Berita

Logo PDIP. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

PDIP Sudah Jadi Oposisi Prabowo Usai Kritik MBG

SENIN, 02 MARET 2026 | 15:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kritik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan sinyal ketegangan hubungan partai banteng dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Sikap PDIP jelas merefleksikan adanya ketegangan politik baru antara Prabowo-PDIP, pasca keluarnya sikap ngambang PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo," kata Founder Citra Institute, Yusak Farchan kepada RMOL, Senin 2 Maret 2026.

Menurutnya, PDIP sudah bisa disebut sebagai oposisi dan bukan sekadar penyeimbang, karena sudah mengkritik program unggulan Presiden Prabowo. 


"Narasi sumbang atau negatif terhadap MBG sejauh ini memang dominan berasal dari kelompok-kelompok oposisi," sambungnya.

Lebih lanjut, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) itu memperkirakan PDIP tidak akan mendapatkan posisi jika masih dalam posisi ambigu.

"Ini yang saya kira membuat PDIP ditinggal oleh Prabowo dalam bagi-bagi lapak kekuasaan," demikian Yusak.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya