Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: FB Prabowo)

Politik

Prabowo Diremehkan Jadi Mediator AS-Israel dan Iran

SENIN, 02 MARET 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Niat Presiden Prabowo Subianto untuk berperan sebagai mediator dalam konflik yang memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, diremehkan. 

"Bukan niat baik yang di kedepankan, tapi justru kemustahilan yang dikemukakan," kata Direktur ABC Riset & Consulting Erizal melalui keterangan tertulis, Senin 2 Maret 2026.

Sejumlah pihak menilai mana mungkin Presiden AS Donald Trump mau terbang ke Teheran memenuhi undangan Prabowo sebagai mediator. 


"Apalagi Prabowo pun belum pernah ke Teheran sejak menjadi Presiden, kata Dino Patti Djalal. Orang yang menjadi mediator itu kekuatannya harus setara, kata Jusuf Kalla (JK). Indonesia belum," kata Erizal.

Bahkan, lanjut Erizal, tidak sedikit yang membanding-bandingkan Indonesia dan AS-Israel dan Iran, termasuk JK sendiri. 

"Indonesia dianggap tak setara dengan AS-Israel. Itu semua orang juga tahu. Tak perlu disebutkan. Malah, Rusia dan China pun tak mau mengambil peran lebih dalam perang ini," kata Erizal.

Indonesia juga dibanding-bandingkan dengan Iran. Betapa hebatnya Iran. Memilih syahid daripada tunduk kepada AS-Israel seperti Indonesia dan negara Islam lainnya di Arab. 

"Iran dikatakan sebagai harapan terakhir umat Islam yang tak mau tunduk terhadap AS-Israel," kata Erizal.

Menurut Erizal, Kementerian Luar Negeri layak disalahkan atas pernyataan yang mengatakan Presiden Prabowo siap terbang ke Teheran untuk menjadi mediator. 

"Tapi mustahil pernyataan itu tak diketahui Presiden Prabowo sebelum disebarluaskan. Dino Patti Djalal menyayangkan ide seperti itu muncul," kata Erizal.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya