Berita

Kebersamaan Presiden RI, Prabowo Subianto dengan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Setneg)

Politik

Langkah Prabowo Dekati Amerika Demi Kebaikan Rakyat Indonesia

SENIN, 02 MARET 2026 | 12:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menyampaikan pandangan pribadinya terkait arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto di tengah dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu.

Jansen mengakui pandangannya kemungkinan besar akan menuai penolakan. Namun ia menegaskan sudut pandangnya didasarkan pada realisme dan pragmatisme, terutama menyangkut kepentingan nasional serta keamanan rakyat Indonesia.

“Walau pendapatku ini akan banyak ditentang, silakan saja. Namun sudut pandangku ini secara realisme-pragmatis, yang kaitannya dengan kepentingan nasional dan keamanan kita secara langsung, termasuk keselamatan kita semua,” ujarnya lewat akun X, dikutip Senin, 2 Maret 2026.


Ia menilai langkah-langkah yang diambil Prabowo dalam setahun terakhir sudah tepat, termasuk menjalin kedekatan dengan Amerika Serikat dan bergabung dalam blok kerja sama internasional tertentu.

“Menurutku sudah tepat langkah-langkah yang diambil dan tindakan yang dilakukan Pak Prabowo beberapa waktu belakangan ini. Termasuk membawa kita bergabung ke BOP, ‘berkawan’ dengan Amerika dan lainnya,” kata Jansen.

Menurutnya, kondisi dunia saat ini jauh lebih tidak stabil dibandingkan era sebelumnya. Ia menyinggung situasi di Venezuela dan Iran sebagai contoh terbaru bagaimana dinamika global dapat berubah cepat dan keras. 

Ditambah lagi, ia menilai kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang dianggap tidak terprediksi serta kekuatan militer dan ekonomi Amerika Serikat menjadi faktor yang harus diperhitungkan secara rasional.

“Melihat keadaan dunia sekarang, ditambah “gila” dan tidak terprediksinya Trump/Amerika, ditambah canggih dan majunya arsenal militer dan peralatan perang mereka-dimana bisa mendeteksi manusia secara real time, menyerangnya langsung dll, ditambah kekuatan ekonominya, apa yang dilakukan pak Prabowo 1 tahun ini menurutku sudah tepat untuk kebaikan kita semua 280 juta rakyat Indonesia, keselamatan dan keamanan bangsa kita," ungkapnya.

Jansen juga menanggapi kelompok yang terus bersikap keras terhadap Amerika Serikat. Ia mempersilakan perbedaan pendapat, namun mengajak semua pihak berpikir realistis soal kapasitas nasional.

Ia kemudian membandingkan situasi global saat ini dengan era multilateralisme, ketika negara-negara banyak bertindak melalui forum bersama seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Trade Organization (WTO), dan World Bank (Bank Dunia).

“Untuk negara yang belum masuk level “great atau super power” seperti kita, inilah era yang lebih menguntungkan, karena lebih stabil dan terprediksi. Namun era ini sekarang sudah hampir punah atau mengalami erosi parah. Tidak tahu apakah masih bisa pulih. Mungkin pasca Trump selesai jabatannya dan penggantinya tidak sama doktrinnya dengan dia,” jelasnya.

Dalam situasi sekarang, menurut Jansen, setiap negara cenderung bersikap pragmatis, menjalin hubungan dengan pihak yang dinilai paling menguntungkan dari sisi keamanan dan ekonomi, sembari perlahan mengurangi ketergantungan.

Ia pun menilai Prabowo sedang menjalankan strategi tersebut dengan pemahaman geopolitik yang luas. Bahkan jika terlihat “menunduk” di hadapan Amerika, menurutnya itu bagian dari strategi jangka panjang demi kepentingan nasional.

“Terlihat di foto, video, beliau memang sedikit menunduk dan mengalah di depan Trump atau Amerika, namun itu semua dilakukan untuk kebaikan kita semua. Sambil pelan-pelan beliau perjuangkan dan masukkan hal-hal yang menguntungkan untuk bangsa kita. National interest kita,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Jansen mengutip filosofi mantan pemimpin Tiongkok, Deng Xiaoping, sebagai refleksi strategi yang menurutnya relevan bagi Indonesia saat ini.

“Sebagaimana kata Deng Xiaoping 50 tahun lalu: ‘Tao Guang Yang Hui’-Sembunyikan kemampuan dan kekuatanmu, tunggu waktu yang tepat,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya