Berita

Ilustrasi pekerja di Jawa Tengah. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

MINGGU, 01 MARET 2026 | 20:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tetap tinggi ternyata belum menjamin kondisi keuangan perusahaan stabil. Kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi justru memicu kekhawatiran baru, yakni potensi gagal bayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja menjelang Idulfitri.

Alarm bagi ribuan buruh di Jawa Tengah mulai berbunyi setelah otoritas ketenagakerjaan mendeteksi indikasi sejumlah perusahaan berpotensi mangkir dari kewajiban pembayaran THR tahun ini.

Berdasarkan pemetaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Kota Semarang dan Kabupaten Cilacap menjadi wilayah paling rawan pelanggaran. Kedua daerah tersebut memiliki konsentrasi industri padat karya yang besar serta rekam jejak aduan ketenagakerjaan pada tahun-tahun sebelumnya.


Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Aziz menegaskan tidak ada alasan bagi perusahaan untuk menunda apalagi mencicil pembayaran THR kepada pekerja.

“Kami sudah melakukan pemetaan dan memang ada titik rawan, terutama di wilayah industri besar seperti Semarang dan Cilacap. THR adalah kewajiban yang harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil karena regulasinya sudah jelas,” kata Aziz dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia mengingatkan, pembayaran THR wajib dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri.

Kekhawatiran keterlambatan pembayaran muncul di tengah kondisi ekonomi Jawa Tengah yang secara makro masih mencatat pertumbuhan positif. Pada triwulan I 2024, ekonomi Jateng tumbuh 4,97 persen secara tahunan (year-on-year), dengan sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 34,99 persen.

Namun di tingkat perusahaan, tekanan biaya operasional terus meningkat akibat fluktuasi harga bahan baku impor dan tingginya beban logistik. Kondisi ini diperparah kontraksi pesanan ekspor yang dialami sejumlah industri tekstil dan alas kaki.

Ketimpangan antara kinerja ekonomi makro dan ketahanan finansial perusahaan di level mikro inilah yang dinilai menjadi pemicu potensi pelanggaran pembayaran THR.

Dengan jumlah angkatan kerja Jawa Tengah mencapai 21,35 juta orang, kepastian pembayaran hak pekerja menjadi isu krusial. Sejumlah perusahaan disebut kerap menjadikan tekanan bisnis sebagai alasan untuk menunda kewajiban, meski pemerintah pusat telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang melarang pembayaran THR secara mencicil.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk Posko Komando Satuan Tugas (Satgas) Peduli Hari Raya Keagamaan yang tersebar di tingkat provinsi hingga 35 kabupaten/kota.

“Kami membuka posko pengaduan THR baik secara langsung maupun daring agar laporan bisa segera diverifikasi dan ditindaklanjuti pengawas ketenagakerjaan,” ujar Aziz.

Pengaduan dapat disampaikan melalui hotline WhatsApp maupun aplikasi resmi pemerintah daerah. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan dimediasi dengan manajemen perusahaan.

Apabila terbukti sengaja menunda pembayaran, pemerintah akan menerbitkan nota pemeriksaan sebagai dasar pemberian sanksi administratif kepada perusahaan pelanggar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya