Berita

Aksi simbolis DEMA UIN Jakarta di depan kampus, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat, 27 Februari 2026. (Foto: Dokumentasi DEMA UIN Jakarta)

Politik

DEMA UIN Jakarta Gelar Aksi Simbolis Tuntut Reformasi Polri

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 23:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi simbolis di depan kampus, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat, 27 Februari 2026. 

Aksi ini merupakan respons atas wafatnya Arianto Tawakkal sekaligus protes terhadap dugaan tindak kekerasan oknum aparat kepolisian terhadap warga sipil yang belakangan ini kembali mencuat.

Aksi yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut diisi dengan mimbar bebas, pembacaan puisi, orasi politik, dan ditutup dengan prosesi tabur bunga sebagai simbol "matinya keamanan sipil". Di sela-sela orasi, massa juga membagikan pamflet kritik dan takjil berbuka puasa kepada pengguna jalan di Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat.
 

 
Presiden DEMA UIN Jakarta, Achmad Hafiz, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi bertajuk #LawanPremanBerseragam ini adalah pemantik kesadaran publik. 

Menurutnya, reformasi Polri saat ini dinilai hanya sebatas wacana tanpa perubahan mendasar di tingkat kultural.

"Harapan kami ini menjadi awalan bagi masyarakat dan mahasiswa untuk sadar atas kebobrokan institusi yang terjadi. Reformasi Polri tidak boleh hanya menjadi ilusi semata," ujar Hafiz dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 27 Februari 2026.
 
DEMA UIN Jakarta secara resmi merilis tujuh tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dan pimpinan Polri. Poin-poin tersebut mencakup, antara lain:

Pertama, melaksanakan reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kedua, menarik satuan Brimob dari tugas pengamanan aksi unjuk rasa dan ketiga,  melakukan reformasi kultural dalam institusi Polri.

Keempat, lanjut Hafi, melakukan reformasi terhadap payung hukum yang mengatur kewenangan dan tata kelola Polri.
  
“Kelima, menerapkan prinsip equality before the law (persamaan di hadapan hukum) secara konsisten dan tanpa diskriminasi. Keenam, menyusun, memperjelas, dan menegakkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap tindakan penegakan hukum dan ketujuh, membentuk mekanisme pengawasan independen (eksternal) oleh pihak ketiga yang memiliki kewenangan dan integritas untuk mengawasi kinerja kepolisian,” beber dia.
 
Di tengah suasana bulan suci, aksi ini diakhiri dengan berbuka puasa bersama di titik aksi. Badan Kajian dan Aksi Strategis DEMA UIN Jakarta menyatakan bahwa kehadiran massa merupakan bentuk kekuatan kolektif rakyat sipil yang mendesak perubahan nyata.

“Kami akan terus mengawal isu-isu kerakyatan dan menjaga jalannya demokrasi, terlepas dari situasi dan kondisi apapun yang sedang dihadapi negara,” pungkas Hafiz.

Hingga massa membubarkan diri usai salat Maghrib, situasi di depan kampus UIN Jakarta dilaporkan berjalan dengan tertib dan kondusif.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya