Berita

Ilustrasi Tidur Setelah Sahur (Gemini Generated Image)

Kesehatan

6 Dampak Buruk Tidur Setelah Sahur, Picu Gangguan Pencernaan

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 17:03 WIB | OLEH: TIFANI

Tidur setelah sahur menjadi kebiasaan yang kerap dilakukan sebagian orang selama bulan Ramadan. Setelah bangun dini hari untuk makan dan menunaikan ibadah, rasa kantuk sering kali sulit ditahan, sehingga banyak yang memilih kembali terlelap sebelum memulai aktivitas pagi.

Padahal, kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat menimbulkan sejumlah dampak buruk bagi kesehatan, terutama jika dilakukan secara rutin setiap hari. Lantas, apa saja dampak buruk tidur setelah sahur bagi kesehatan tubuh?

Melansir Healthline, berikut dampak buruk tidur setelah makan sahur untuk kesehatan.


1. Memicu Sembelit

Tidur setelah sahur dapat memperlambat proses pencernaan karena tubuh berada dalam posisi berbaring. Saat aktivitas fisik minim, pergerakan usus menjadi kurang optimal sehingga sisa makanan lebih lama berada di saluran cerna. 

Kondisi ini berpotensi menyebabkan sembelit atau sulit buang air besar, terutama jika asupan serat dan cairan juga kurang. Jika berlangsung terus-menerus selama Ramadan, sembelit dapat memicu rasa tidak nyaman, perut kembung, hingga gangguan pencernaan lainnya.

2. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Langsung tidur setelah makan sahur dapat meningkatkan risiko terjadinya gastroesophageal reflux disease (GERD). Dalam posisi berbaring, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan karena pengaruh gravitasi berkurang. 

Hal ini menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn), rasa asam di mulut, hingga nyeri ulu hati. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, gejala GERD bisa semakin sering kambuh dan mengganggu kenyamanan saat berpuasa.

3. Memicu Asam Lambung

Selain GERD, tidur setelah sahur juga dapat memicu kenaikan asam lambung secara umum. Proses pencernaan yang belum selesai membuat produksi asam lambung masih tinggi ketika tubuh sudah dalam posisi tidur. 

Akibatnya, muncul keluhan seperti mual, perut terasa penuh, hingga sensasi terbakar di dada. Bagi penderita maag, kebiasaan ini dapat memperparah peradangan dinding lambung dan meningkatkan risiko kambuh.

4. Tubuh Menjadi Lemas

Alih-alih membuat tubuh lebih segar, tidur setelah sahur justru bisa menyebabkan badan terasa lebih lemas saat bangun. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan secara optimal sebelum memasuki fase istirahat. 

Proses metabolisme yang terganggu dapat menimbulkan rasa begah dan tidak nyaman. Akibatnya, energi yang seharusnya digunakan untuk beraktivitas saat puasa terasa kurang maksimal.

5. Meningkatkan Risiko Obesitas

Kebiasaan langsung tidur setelah makan dapat memengaruhi keseimbangan kalori dalam tubuh. Ketika asupan makanan tinggi kalori tidak diimbangi aktivitas fisik, pembakaran energi menjadi tidak optimal. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan penumpukan lemak dan peningkatan berat badan. Jika terus berlanjut, risiko obesitas pun dapat meningkat, terutama bila pola makan saat sahur cenderung tinggi lemak dan gula.

6. Memicu Serangan Jantung hingga Stroke

Tidur setelah makan dalam kondisi perut penuh juga dapat memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular. Proses pencernaan membutuhkan suplai darah yang lebih besar ke lambung dan usus, sementara posisi berbaring dapat memengaruhi kerja jantung. 

Pada individu dengan faktor risiko tertentu, seperti hipertensi atau kolesterol tinggi, kebiasaan ini berpotensi memperburuk kondisi kesehatan. Dalam jangka panjang, pola hidup tidak sehat termasuk langsung tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya