Berita

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara. (Foto: Dok. Humas DPRD Jabar)

Nusantara

MQ Iswara Ungkap Skema Penggabungan BUMD jadi Dua Holding

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 13:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wacana penggabungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat mulai mengerucut. Restrukturisasi yang tengah dibahas Pemerintah Provinsi Jabar bersama DPRD itu akan mengarah pada pembentukan holding mengikuti konsep Danantara di tingkat nasional.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, MQ Iswara mengungkap skema tersebut setidaknya akan membagi BUMD ke dalam dua klaster besar.

"Ya nanti ke depan akan ada holding, setidak-tidaknya dua. Satu keuangan, yaitu Bank BJB dan BPR, satu non-keuangan. Kemungkinan ada dua," ujar Iswara diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Jumat, Februari 2026.


Penggabungan ini bukan sekadar perubahan struktur, melainkan langkah strategis memperkuat kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggerakkan roda ekonomi Jabar.

Untuk klaster non-keuangan Gubernur Jabar mengusulkan nama Sangga Buana. Iswara meyakini, usulan nama tersebut memiliki pertimbangan filosofis dan strategis.

"Namanya yang non-keuangan ini Pak Gubernur mengusulkan Sangga Buana. Ya tentunya ada pertimbangan kenapa mengusulkan itu," katanya.

Prosesnya sendiri masih berjalan. Pemprov Jabar telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk meminta rekomendasi. Di sisi lain, DPRD melalui Komisi I tengah membedah seluruh aset BUMD sebagai bagian dari kajian menyeluruh.

"Sekarang Komisi I juga sedang membahas aset semua BUMD hari ini. Nanti semua hasil kajian akan diserahkan untuk jadi bahan masukan," jelas Iswara.

Holding yang dibentuk nanti diharapkan menjadi entitas lebih efektif dan profesional, tidak hanya memperkuat struktur bisnis tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong produk-produk perekonomian daerah.

Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi membenarkan rencana holding masih menunggu rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri.

"Holding lagi nunggu rekomendasi dari Pak Mendagri. Saya sudah berkirim surat. Namanya Sangga Buana. Sangga itu penyangga, Buana itu dunia," jelas Dedi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya