Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 09:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lantai bursa saham Asia dibuka bervariasi dan cenderung melemah menjelang akhir pekan.

Tekanan datang dari Wall Street yang ditutup turun akibat anjloknya saham teknologi setelah laporan keuangan Nvidia gagal memenuhi ekspektasi tinggi investor. 

Dikutip dari CNBC, Jumat 27 Februari 2026, indeks ASX 200 Australia dibuka mendatar setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Pada pukul 08.20 WIB, indeks ini naik tipis 0,06 persen ke level 9.181,10.


Di Korea Selatan, indeks Kospi dibuka turun 1,1 persen dan berlanjut melemah hingga 1,62 persen. Sementara Kosdaq turun 0,35 persen. Saham teknologi ikut tertekan, seperti SK Hynix yang turun lebih dari 2 persen dan Samsung Electronics yang melemah 0,69 persen.

Indeks Nikkei 225 Jepang juga merosot 0,7 persen atau turun 414 poin ke 58.339,31. Padahal sehari sebelumnya Nikkei sempat menembus level 59.000 untuk pertama kalinya sebelum akhirnya terkoreksi. Indeks Topix bergerak mendatar. Sementara kontrak berjangka Hang Seng Index Hong Kong berada di kisaran 26.391, relatif stabil dibanding penutupan sebelumnya.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan setelah kemarin turun 1,04 persen ke level 8.235,2. ETF Indonesia di AS, iShares MSCI Indonesia (EIDO), juga turun 1,78 persen ke 17,89 Dolar AS. 

Secara teknikal, IHSG masih dalam fase konsolidasi dan rawan profit taking jangka pendek. Namun peluang technical rebound tetap terbuka jika tekanan global mereda. Level support terdekat berada di area 8.200-8.150, sementara resistance di kisaran 8.300-8.350.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya