Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Bergerak Stabil di Tengah Penantian Hasil Perundingan AS-Iran

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas menunjukkan pergerakan yang relatif datar pada perdagangan Kamis 26 Februari 2026. Para pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sembari memantau perkembangan putaran ketiga dialog tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Jenewa.

Berdasarkan laporan Reuters, berikut adalah posisi harga emas dan logam mulia lainnya pada penutupan perdagangan Kamis atau Jumat dini hari 27 Februari 2026 WIB.

Emas spot bertahan di level 5.168,72 Dolar AS per ons
Emas berjangka AS untuk kontrak April melemah 0,6 persen ke posisi 5.194,20 Dolar AS per ons

Emas berjangka AS untuk kontrak April melemah 0,6 persen ke posisi 5.194,20 Dolar AS per ons
Perak spot justru anjlok 2,5 persen menjadi 87,14 Dolar AS per ons
Platinum merosot 2,2 persen ke level 2.236,37 Dolar AS per ons
Paladium melemah 1,9 persen ke angka 1.761,05 Dolar AS per ons

Analis FOREX.com, Razan Hilal, menyoroti bahwa emas dan perak saat ini sedang berupaya menembus titik resistance psikologis, masing-masing di level 5.200 Dolar AS dan 90 Dolar AS. Namun, karena penguatan belum stabil, Hilal memperingatkan adanya risiko koreksi harga jika kesepakatan geopolitik berhasil dicapai dalam waktu dekat.

Fokus utama pasar tertuju pada negosiasi nuklir di Jenewa. Meski pejabat senior Iran mengindikasikan adanya peluang kesepakatan jika Washington memisahkan isu nuklir dari agenda lainnya, ia mengakui masih ada perbedaan prinsip yang harus diselesaikan.

Sebagai aset safe-haven, emas tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian.

Selain isu Iran, beberapa faktor lain yang memengaruhi sentimen pasar, seperti kebijakan perdagangan AS dengan rencana kenaikan tarif impor dari 10 persen menjadi 15 persen atau lebih yang disampaikan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer. Lalu, klaim pengangguran AS naik tipis dengan tingkat pengangguran Februari yang diprediksi stabil, menunjukkan pasar tenaga kerja masih tangguh.

Investor masih berekspektasi bahwa Federal Reserve akan melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali sepanjang tahun 2026.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya