Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

LPDP Prioritaskan Jalur Afirmasi 25 Persen, Sarankan Anak Pejabat Ambil Beasiswa Mandiri Sebagian

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 08:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah sorotan tajam publik terkait kriteria penerima beasiswa (awardee) dari kalangan anak pejabat hingga publik figur, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menegaskan komitmennya terhadap aspek inklusivitas. 

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menetapkan kuota khusus bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan tinggi.

Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengungkapkan bahwa LPDP secara konsisten mengalokasikan sekitar 25 persen dana beasiswa untuk jalur afirmasi. Kebijakan ini menyasar masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), keluarga pra-sejahtera, penyandang disabilitas, hingga atlet berprestasi.


Sudarto menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir, angka ini diupayakan meningkat guna menjangkau talenta terbaik secara lebih luas.

“Di tiga tahun terakhir ini kita usahakan sekitar 30 persen. Jadi, artinya bahwa LPDP ini... memang benar-benar fokus untuk mencari top of the top talent Indonesia untuk bisa mengakses pendidikan tinggi dunia, tapi harus inklusif,” jelasnya.

Menanggapi polemik keterlibatan anak pejabat dan tokoh publik sebagai penerima dana penuh, LPDP kini menyarankan kelompok keluarga mampu untuk mengambil skema pendanaan parsial (partial funding). 

Melalui skema ini, beban biaya dibagi dua (50 persen LPDP dan 50 persen individu), sehingga anggaran negara dapat dialokasikan kepada lebih banyak penerima yang membutuhkan.

"Khusus untuk bapak-bapak, ibu-ibu, dan keluarga yang mampu, kami membuka kesempatan partial funding, sehingga kita bisa lebih banyak membiayai beasiswa,” kata Sudarto.

Kegaduhan yang dipicu oleh perilaku alumni berinisial DS serta kritik terhadap kontribusi beberapa figur publik menjadi pengingat keras bagi para awardee. Sudarto menegaskan kembali bahwa setiap Rupiah yang digunakan berasal dari pajak masyarakat. Ia bahkan mempopulerkan jargon baru sebagai pengingat moral.

“Beasiswa LPDP itu dari uang rakyat. Saya ada jargon sekarang LPDP ‘Lu Pakai Duit Pajak’, harus ingat itu,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Sudarto menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh oknum alumni. Ia menekankan bahwa perilaku yang mencederai kepercayaan publik seharusnya dapat dihindari oleh mereka yang telah diberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui dana negara.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya