Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai. (Foto: Dok. Pribadi)
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai. (Foto: Dok. Pribadi)
Setelah sebelumnya mengklaim paham HAM sejak berusia 5 tahun, ia kini mengaku sudah familiar hidup di tengah peperangan, yakni di Enarotali, Kabupaten Paniai, Irian Jaya (sekarang Papua Tengah).
"Sejak lahir, saya sudah hidup di tengah moncong senjata. Enarotali Paniai, pusat perang antara OPM (Organisasi Papua Merdeka) dan militer Indonesia. Di situ saya rasakan batas tipis antara hidup dan mati, baik dan jahat, orang menjerit, ratap dan rintih, haus dan lapar, adil dan tidak adil," tegas Pigai dikutip Kamis, 26 Februari 2026.
Populer
Senin, 16 Februari 2026 | 12:00
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12
Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18
Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59
Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17
Senin, 23 Februari 2026 | 01:19
Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19
UPDATE
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:10
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:08
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:25
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:11
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:01
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:34
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:11
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:00
Kamis, 26 Februari 2026 | 01:25
Kamis, 26 Februari 2026 | 01:23