Berita

Adian Napitupulu (tengah) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PDIP Singgung TKDN dan Setuju Penundaan Impor 105 Ribu Pikap

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 19:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PDIP setuju dengan pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menunda impor mobil pikap dari India untuk operasionalisasi Koperasi Merah Putih. 

“Menurut kita, dan saya setuju kemarin salah satu pimpinan DPR mengatakan bahwa kita tunggu dulu ya. Kita tunggu dulu,” kata Wasekjen DPP PDIP Adian Napitupulu saat jumpa pers di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Februari 2026.

Kendati begitu, Adian menyebut bahwa perlu dipastikan juga apakah telah memenuhi unsur Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mengenai impor tersebut. 


“Rata-rata kan kalau saya tidak salah ya itu sudah rata-rata 40 persen. Apakah kemudian impor yang dari India ini juga memenuhi kriteria itu?” ujar Sekjen Pena 98 ini.

Menurutnya, kehadiran produk impor tersebut jangan sampai mengesampingkan produk dalam negeri.

“Jangan sampai kemudian pabrikan-pabrikan yang sudah membangun di Indonesia, yang sudah memenuhi 40 persen TKDN itu kemudian kehilangan kesempatan karena hal-hal lain,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad berharap Presiden Prabowo Subianto menunda rencana impor 105 ribu mobil pickup dari India untuk Kopdes Merah Putih.

Ia meminta Presiden Prabowo akan membahas detail rencana tersebut selepas kunjungan kerjanya di luar negeri. 

Presiden Prabowo juga disebut akan menghitung kesiapan perusahaan dalam negeri terkait rencana impor ini.

"Tentunya Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri," ujarnya.

"Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," demikian Dasco.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya