Berita

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat menerima audiensi ASEAN Foundation di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Dukung Pelatihan AI bagi UMKM

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 16:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyatakan dukungan penuh terhadap pelatihan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan ini seiring ditetapkannya Indonesia sebagai negara dengan target peserta terbesar dalam program AIM ASEAN, yakni 44 ribu UMKM dari total 100 ribu UMKM di sebelas negara ASEAN. 

Hal ini ditegaskan Wapres saat menerima audiensi ASEAN Foundation di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.


Dalam pertemuan tersebut, delegasi ASEAN Foundation memaparkan program AIM ASEAN, sebuah inisiatif pelatihan AI yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di kawasan Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu fokus utama pelaksanaan program, mengingat besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

Legal Coordinator and Project Manager AIM ASEAN, Eci Ernawati, menjelaskan bahwa di Indonesia program ini dijalankan bersama mitra lokal, termasuk KUMPUL Impact dan Kaizen Room.

“Beliau menyampaikan bahwa untuk kegiatan pelatihan AI, khususnya UMKM, di seluruh Indonesia, beliau akan mendukung, baik mungkin secara aksesnya kepada UMKM, kemudian juga secara tempatnya, dan kita akan support juga dari hal knowledge-nya. Jadi, memang kita mengharapkan ada kolaborasi dengan pemerintah dan Bapak Wakil Presiden sangat mendukung itu,” kata Eci.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. 

Pelatihan AI dinilai tidak hanya membantu UMKM dalam meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga membuka peluang inovasi produk, pemasaran berbasis data, hingga perluasan akses pasar.

Selain AIM ASEAN, dalam audiensi tersebut juga dipaparkan AI Ready ASEAN Program yang menyasar 5,5 juta individu di seluruh negara ASEAN, termasuk guru, pemuda, dan orang tua. Program ini dirancang dengan pendekatan inklusif, dengan perhatian khusus kepada kelompok rentan.

Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menyampaikan bahwa program tersebut mendapat respons positif dari Wapres karena sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia nasional.

“Bapak Wakil Presiden cukup antusias dengan adanya program ini, apalagi ini juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya pemberdayaan sumber daya manusia, dan juga memberikan dukungan yang cukup baik untuk implementasi program ini, baik itu dari segi infrastruktur dan lain-lain, terutama dari sisi inklusivitas, di mana kita juga menjangkau beberapa di antaranya semacam santri, terus daerah remote areas, dan juga kaum-kaum marginal lainnya,” bebernya.

Khusus untuk UMKM, Diera menegaskan pentingnya keberlanjutan program melalui dukungan kebijakan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan mitra pelaksana.

“Kami sangat berterima kasih banyak atas dukungan dari Bapak Wakil Presiden dan juga kami cukup terbantu. Tentu ini juga sejalan dengan program AI Ready ASEAN, di mana kita tidak hanya fokus ke grassroot level, tapi bagaimana membuat program ini lebih sustain lagi dengan dukungan dari pemerintah, tentunya dari sisi kebijakan dan juga dukungan lain,” ucapnya.

Melalui penguatan literasi dan pelatihan AI yang menyasar masyarakat umum maupun pelaku usaha, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu membangun kedaulatan digital berbasis kapasitas sumber daya manusia yang unggul.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan AI, baik itu untuk masyarakat umum maupun UMKM, ini bisa membantu bagaimana Indonesia bisa daulat secara digital, dan kita juga melatih lebih banyak grassroot, baik itu masyarakatnya maupun UMKM-nya,” tutup Eci.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya