Berita

(Foto: Dok. Bank Mandiri)

Bisnis

Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 15:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja yang solid pada awal 2026, mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.511,4 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan total aset menjadi Rp2.191,9 triliun atau naik 13,96 persen YoY, mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga kualitasnya seiring penguatan fungsi intermediasi di awal tahun.


Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan tersebut mempertegas komitmen perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, termasuk ekosistem UMKM dan pelaku usaha di berbagai daerah. 

Langkah ini, kata dia, sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujar Novita dalam keterangan tertulis, Rabu 25 Februari 2026.

Di samping itu, struktur pendanaan juga menunjukkan penguatan yang solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tercatat sebesar Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29 persen YoY, sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan dan penguatan basis nasabah. 

Adapun, komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving Account (CASA) terjaga di level 73 persen, sehingga mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas perseroan.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp4,65 triliun per Januari 2026 atau tumbuh 16,18 persen YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 10,2 persen YoY, serta penurunan biaya dana (Cost of Fund/CoF) sebesar 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga posisi CoF terjaga di level 2,06 persen.

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi mencatatkan pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis. Fee Based Income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1 persen secara YoY, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan. 

Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang semakin optimal, tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%. 

Kinerja tersebut ditopang akselerasi transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri yang tumbuh 49,3 persen YoY, disertai peningkatan aktivitas Kopra by Mandiri sebesar 27 persen YoY. 

Selain itu, transaksi treasury juga meningkat 33 persen YoY, sejalan dengan penguatan layanan transaksi digital dan solusi pengelolaan finansial yang menyeluruh bagi nasabah.

Lebih lanjut Novita mengatakan, penguatan ekosistem digital tersebut menjadi bagian dari strategi menciptakan keunggulan berkelanjutan dan memperluas inklusi keuangan melalui integrasi layanan Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel, Kopra by Mandiri bagi segmen pelaku usaha dan pebisnis, serta Livin’ Merchant dalam mendukung digitalisasi transaksi UMKM.

“Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah,” imbuh Novita.

Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 juga mencatatkan penurunan sebesar 21 basis poin (bps) YoY mencapai 0,35 persen dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga stabil di 0,97 persen atau turun 3 bps secara tahunan. Kondisi ini mencerminkan disiplin manajemen risiko serta selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan.

Sebagai mitra strategis pemerintah dan bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM. 

Melalui penguatan ekosistem korporasi, ritel, dan digital yang terhubung dari hulu ke hilir, bank berkode emiten BMRI ini memastikan setiap lini bisnis saling mendukung untuk menciptakan nilai tambah yang lebih luas.

“Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026,” pungkas Novita.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya