Berita

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Program MBG Telan Anggaran Rp36,6 Triliun di Awal Tahun

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 15:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Realisasi penyerapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 21 Februari 2026 tercatat mencapai Rp36,6 triliun. Angka ini jauh melampaui capaian periode awal tahun sebelumnya.

Laporan APBN 2026 hari ini menyebut realisasi tersebut meningkat dibanding Januari 2025 yang saat itu baru mencapai Rp45,2 miliar.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan serapan tersebut setara 10,9 persen dari total pagu anggaran MBG tahun ini yang mencapai Rp335 triliun.


“Kalau kita lihat di akhir 2025 itu hanya 53,8 juta penerima, sedangkan saat ini sudah mencapai 60,24 juta penerima,” ujar Suahasil dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan, program MBG menjangkau berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil di seluruh provinsi Indonesia. 

Di Pulau Sumatera misalnya, jumlah penerima mencapai 12,3 juta orang, sementara di Sulawesi sebanyak 4,4 juta orang.

Secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pusat pada Januari 2026 sendiri telah mencapai Rp131,9 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp55,8 triliun ditopang belanja kementerian/lembaga (K/L), termasuk alokasi untuk Badan Gizi Nasional dalam menjalankan program MBG.

Suahasil menambahkan, pelaksanaan MBG mendorong lonjakan belanja barang pada Januari 2026 menjadi Rp25,9 triliun atau melonjak hingga 702,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Belanja barang meningkat, utamanya karena pada Januari 2026 MBG terus berlangsung. Kalau di Januari 2025, realisasi MBG-nya masih hanya sekitar Rp45 miliar, tapi di Januari 2026 realisasi MBG-nya Rp19,5 triliun. Kalau pun kita keluarkan realisasi MBG, belanja barang tetap meningkat,” paparnya.

Untuk diketahui, anggaran MBG bersumber dari APBN. Penerimaan pajak masih menjadi tulang punggung pendapatan negara, dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap total penerimaan APBN.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya