Berita

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Djuhandani Raharjo Puro (Foto: Bidhumas Polda Sulsel)

Presisi

Persoalan Hierarki Senior-Junior Jadi Motif Penganiayaan Bripda DP di Polda Sulsel

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 14:26 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandani Raharjo Puro, mengungkap motif penganiayaan yang menewaskan Bripda DP diduga dipicu persoalan hierarki senior dan junior di barak.

Menurut Djuhandani, pelaku Bripda P menganiaya korban karena marah saat korban yang merupakan junior tidak memenuhi panggilan untuk menghadap seniornya.

“Motifnya masalah hierarki. Senior marah karena junior yang dipanggil tidak mau menghadap,” ujar Djuhandani, Rabu, 25 Februari 2026.


Peristiwa itu terjadi di Asrama Polisi (Aspol) Kompleks Kantor Polda Sulawesi Selatan, Makassar. Berdasarkan pengakuan kepada penyidik Propam, pelaku menjemput korban saat waktu subuh dan melakukan pemukulan.

"Pada saat sholat subuh dijemput dan dianiaya, dipukuli," ungkap Djuhandani.

Awalnya, laporan yang diterima menyebut korban meninggal dunia akibat membenturkan kepala. Namun, penyidik tidak langsung mempercayai keterangan tersebut.

"Laporan awal yang kami terima, yang bersangkutan meninggal, karena membentur-benturkan kepala. Itu pertama kita mendengar laporan," kata Djuhandhani.

Melalui penyelidikan berbasis scientific crime investigation oleh Propam bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum, ditemukan bukti bahwa korban meninggal akibat penganiayaan, bukan karena membenturkan kepala.

Saat ini, Bripda P telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya