Berita

Ilustrasi Obat Ilegal (Sumber: Freepik)

Kesehatan

10 Obat Ilegal yang Paling Banyak Beredar Menurut BPOM

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 12:35 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis aftar 10 produk obat bahan alam ilegal yang dijual secara masif di marketplace. Temuan tersebut berawal dari pemantauan patrol siber produk obat yang dilakukan sejak 2025. 

Melansir akun Instagram resmi POM, @bpom_ri, terdapat ribuan tautan penjualan yang menjual obat alam ilegal. 

"Selain ilegal, beberapa produk juga mengandung bahan kimia obat yang berbahaya, lho!" tulis BPOM.


BPOM melakukan tindakan takedown atau penurunan konten terhadap ribuan tautan penjualan obat alam illegal. Kebijakan ini dilakukan bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Indonesia E-commerce Association (idEA).

Lantas, apa saja 10 obat alam ilegal yang marak dijual di marketplace? Berikut daftar 10 obat alam ilegal yang paling banyak beredar di marketplace di Indonesia: 

1. Ramuan China Buah Merah Papua

BPOM menemukan sebanyak 631.881 produk Ramuan China Buah Merah Papua terjual di marketplace. Produk tersebut berasal dari Indonesia dan paling banyak dijual oleh penjual dari Kabupaten Cilacap.

Produk ilegal ini diketahui mengandung parasetamol dan kafein.

2. Zudaifu

Obat alam ilegal dengan merek Zudaifu ditemukan dijual sebanyak 369.029 pcs. Produk ini bukan buatan Indonesia, melainkan dari China. 

Namun, penjualnya paling banyak ditemukan di Jakarta Barat. Obat Zudaifu juga ditemukan mengandung clobetasol.

3. JAWARA Kapsul

JAWARA Kapsul merupakan produk ilegal yang masih marak beredar di marketplace. Produk bikinan Indonesia ini terjual sebanyak 157.380 unit.

Penjual paling banyak ditemukan di Kota Malang. BPOM juga menemukan adanya kandungan sildenafil sitrat dan parasetamol dalam produk JAWARA Kapsul.

4. Kapsul Jamu Pelangsing

Kapsul Jamu Pelangsing ditemukan sebanyak 226.504 produk di marketplace. Produk ini berasal dari Indonesia dan banyak dijual di Jakarta Barat. 

Menurut BPOM penjualan Kapsul Jamu Pelangsing ini termasuk ilegal.

5. Samyun Wan Kapsul

Produk obat alam ilegal berikutnya yang ditemukan di marketplace adalah Samnyun Wan Kapsul yang  terjual sebanyak 151.021 produk.

Samyun Wan Kapsul adalah obat alam yang dibuat di China. Penjual paling banyak ditemukan di Kabupaten Tangerang.

Obat ini diketahui mengandung siproheptadin.

6. Kapsul Racikan Jamu Biji Angkak

Obat alam ilegal berikutnya yang masih beredar luas di marketplace adalah Kapsul Racikan Jamu Biji Angkak. Produk ini berasal dari Indonesia dan penjual terbanyaknya dari Kabupaten Tangerang.

7. NR New Rempah

NR New Rempah terjual di 129.989 produk di marketplace. Produk ini berasal dari Indonesia dan banyak penjualnya berdomisili di Jakarta Utara.

BPOM menemukan adanya kandungan parasetamol dan sibutramine di dalam NR New Rempah.

8. Fung Seh Gu Tong Wan

Sebanyak 109.119 produk Fung Seh Gu Tong Wan telah terjual di marketplace. Produk tersebut ternyata mengandung deksametason, piroksikam, dan prednisone.

Fung Seh Gu Tong Wan merupakan obat alam buatan China yang marak dijual di marketplace oleh penjual dari Jakarta Barat.

9. Jamu Gemuk Herbal Inces
s

Jamu Gemuk Herbal Incess terjual sebanyak 100.154 produk di marketplace. Produk ini berasal dari Indonesia dan banyak dijual oleh penjual di Kota Balikpapan.

10. Tawon Serbuk

BPOM menemukan 101.664 produk Tawon Serbuk terjual di marketplace. 
Produk buatan Indonesia ini paling banyak dijual oleh penjual di Kabupaten Lamongan.

Tawon Serbuk ternyata mengandung piroksikam, parasetamol, dan diklofenak.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya