Berita

Pakar ekonomi dan pengamat pasar modal Ferry Latuhihin (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Rhenald Kasali)

Bisnis

Pakar: Risiko Fiskal dan Kepercayaan Pasar Masih Tekan Rupiah

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah dinilai belum sepenuhnya mereda, meski pergerakan kurs terus berfluktuasi dalam beberapa waktu terakhir. 

Pakar ekonomi dan pengamat pasar modal Ferry Latuhihin menilai persoalan utama bukan semata pada angka kurs, melainkan pada faktor fundamental yang memengaruhi kepercayaan pasar.

Dalam perbincangan di podcast bersama akademisi dan ekonom Rhenald Kasali baru-baru ini, Ferry menjelaskan bahwa hampir setiap krisis ekonomi besar berawal dari gejolak mata uang.


“Kalau mata uang tertekan, efeknya ke mana-mana: inflasi, kemiskinan, daya beli turun. Itu sebabnya isu nilai tukar selalu sensitif,” ujarnya, dikutip redaksi di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.

Ferry juga menyoroti keputusan Moody's beberapa waktu lalu yang menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif sebagai salah satu pemicu tekanan di pasar keuangan.

Menurutnya, meski belum terjadi penurunan peringkat (rating), pasar membaca perubahan outlook sebagai sinyal potensi risiko ke depan.

“Outlook itu gambaran kondisi ke depan. Memang belum turun rating, tapi pasar melihat ini bisa berujung ke sana. Itu yang memicu kekhawatiran,” jelasnya.

Ia menambahkan, outlook negatif seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan koreksi kebijakan guna memulihkan kepercayaan investor.

“Tujuan outlook negatif itu agar ada pembenahan. Tapi kalau responsnya tidak meyakinkan, pasar bisa kehilangan kepercayaan,” katanya.

Di sisi fiskal, Ferry menilai pemerintah menghadapi tekanan akibat penurunan penerimaan pajak di tengah belanja negara yang meningkat. Kondisi tersebut memperlebar defisit anggaran dan berpotensi menambah beban pembiayaan melalui utang.

Ia mengingatkan bahwa rasio pembayaran utang terhadap penerimaan negara (debt service ratio) saat ini sudah berada di kisaran 25 persen. Artinya, seperempat penerimaan negara digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang.

“Kalau ekonomi melambat dan penerimaan pajak turun, sementara utang terus bertambah, itu yang menjadi kekhawatiran pasar,” ujarnya.

Menurut Ferry, langkah penyesuaian belanja atau penghematan (spending cut) bisa menjadi opsi untuk meredam kekhawatiran fiskal, dibandingkan terus mengandalkan penambahan utang sebagai sumber pembiayaan defisit.

Ferry menegaskan, stabilitas nilai tukar dalam jangka menengah dan panjang sangat bergantung pada kredibilitas kebijakan ekonomi. Pasar, kata dia, selalu merespons persepsi terhadap risiko.

“Ini bukan hanya soal kurs hari ini di angka berapa, tapi soal arah kebijakan dan kepercayaan. Kalau confidence kembali, tekanan bisa mereda. Tapi kalau tidak, volatilitas akan terus ada,” ujarnya.

Di tengah dinamika global dan domestik, ia menilai konsistensi kebijakan fiskal dan komunikasi pemerintah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar keuangan ke depan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya