Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks-indeks utama di bursa Amerika Serikat (AS) kompak mencatat kenaikan setelah saham-saham teknologi bangkit di tengah meredanya kekhawatiran pasar terhadap dampak kecerdasan buatan (AI). 

Optimisme baru terhadap prospek AI membantu pasar pulih setelah sebelumnya sempat tertekan oleh fluktuasi sentimen risiko.

Dikutip dari Reuters, Kamis 25 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 370,44 poin atau 0,76 persen ke level 49.174,50. Indeks S&P 500 menguat 52,32 poin atau 0,77 persen ke 6.890,07. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 236,41 poin atau 1,05 persen ke 22.863,68. 


Saham semikonduktor menjadi salah satu pendorong utama penguatan, sementara sektor consumer discretionary dan teknologi memimpin kenaikan di S&P 500. Sebaliknya, sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam.

Kenaikan ini terjadi setelah pasar pada hari sebelumnya mengalami tekanan tajam akibat spekulasi bahwa AI dapat mengganggu berbagai sektor industri. Namun pada perdagangan terbaru, investor memanfaatkan pelemahan tersebut untuk kembali masuk ke pasar.

“Pasar akan berada dalam periode ketidakpastian dan hari ini kita melihat aksi beli saat harga turun (buy on the dip),” kata Matthew Keator dari Keator Group. 

Ia menambahkan bahwa pergerakan harian kemungkinan masih akan fluktuatif karena belum ada kejelasan apakah AI akan lebih bersifat mendukung atau justru mendisrupsi bisnis-bisnis yang ada.

Sentimen AI kembali menguat setelah perusahaan laboratorium AI Anthropic mengumumkan sejumlah plug-in baru yang menyasar sektor perbankan investasi dan sumber daya manusia. Plug-in tersebut dikembangkan bersama sejumlah perusahaan besar seperti Thomson Reuters, Salesforce, dan FactSet. 

Di sisi lain, pejabat bank sentral AS juga menyoroti dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Gubernur The Fed Lisa Cook menyebut teknologi ini berpotensi mendorong kenaikan pengangguran, sementara Gubernur Christopher Waller menilai AI tidak akan terlalu mengganggu pasar kerja.
Ketidakpastian juga datang dari kebijakan perdagangan. 

Putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan banyak tarif Presiden Donald Trump serta ancaman tarif baru menambah tanda tanya di pasar. Investor masih menunggu kejelasan apakah kesepakatan-kesepakatan dagang sebelumnya akan tetap berlaku.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya