Berita

Massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa malam, 24 Februari 2026. (Foto: X Trending Bos)

Nusantara

Aksi Massa di Polda DIY Ricuh

Buntut Pelajar Tewas di Maluku
RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 00:22 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa malam, 24 Februari 2026. Aksi tersebut dipicu meninggalnya seorang pelajar berusia 14 tahun di Maluku yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, massa aksi berkumpul di depan Mapolda DIY sambil meneriakkan kecaman terhadap institusi kepolisian. 

Dalam aksi itu, pagar Mapolda DIY tampak dirusak hingga roboh, sementara sejumlah tembok pagar dicoret dengan tulisan bernada protes.


Melihat situasi yang makin memanas, warga setempat meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah akses jalan menuju permukiman ditutup secara swadaya oleh warga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Melalui unggahan resmi akun Instagram Polda DIY, disebutkan bahwa massa aksi tidak hanya merusak pagar, tetapi juga merobek spanduk berisi komitmen warga DIY dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya demi keberlangsungan pariwisata dan perekonomian daerah.

Dalam unggahan tersebut, Polda DIY menyebut aksi perusakan dan pencoretan itu diduga dilakukan oleh kelompok yang bukan berasal dari warga Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Walaupun dicoret dan dirobek, kami dari Polda DIY tetap berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas bersama seluruh warga masyarakat yang tinggal dan menetap di DIY,” tulis Polda DIY dalam keterangan resminya.

Aparat kepolisian memastikan situasi keamanan di wilayah DIY tetap terkendali dan mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai serta tidak merusak fasilitas umum.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya