Berita

Para pemimpin dan tokoh internasional menghadiri forum Board of Peace sebagai upaya memperkuat diplomasi dan perdamaian global. (Foto: Sekretariat Negara)

Politik

DPR Wajib Awasi Partisipasi Indonesia di BoP dan ISF

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 21:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dan penunjukan sebagai wakil ketua komandan International Stabilization Force (ISF) di Gaza bukanlah kebijakan biasa. 

Ini adalah keputusan strategis yang menyangkut kedaulatan negara, keselamatan prajurit TNI, penggunaan anggaran publik, serta arah politik luar negeri Indonesia. 

Karena itu, Ketua MPP PKS Mulyanto meminta DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan konstitusionalnya.


“DPR harus aktif mengawasi kebijakan ini karena rawan disalahgunakan oleh kepentingan asing. Pengerahan pasukan ke luar negeri bukan keputusan administratif, melainkan keputusan politik negara,” ucap Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026. 

Lanjut dia, Konstitusi dan Undang-Undang TNI mengamanatkan adanya mekanisme checks and balances. Presiden tidak dapat berjalan sendiri tanpa kontrol demokratis yang kuat dari parlemen.

"Pembukaan UUD 1945 menegaskan komitmen Indonesia menolak segala bentuk penjajahan. Oleh karena itu, setiap kebijakan luar negeri harus berpihak pada kemerdekaan dan keadilan, bukan justru berpotensi memberi legitimasi terhadap praktik kolonialisme modern. Parlemen wajib memastikan Indonesia tidak terseret dalam skenario geopolitik yang mengorbankan prinsip tersebut," jelasnya. 

Ia menambahkan transparansi harus menjadi syarat mutlak. Pemerintah wajib menjelaskan secara terbuka mandat, struktur komando, serta independensi Indonesia dalam ISF. Jika kendali operasional berada di tangan pihak lain, maka hal ini berpotensi menempatkan Indonesia sebagai alat legitimasi kepentingan kekuatan besar, bukan sebagai aktor independen.

"Parlemen juga penting meminta kejelasan legitimasi dari pihak Palestina. Prinsip hak menentukan nasib sendiri tidak boleh diabaikan. Tanpa persetujuan rakyat dan otoritas Palestina, kehadiran pasukan asing berisiko dipersepsikan sebagai bentuk intervensi yang justru mencederai perjuangan kemerdekaan Palestina,” ungkap dia.

Masih kata Mulyanto, risiko keamanan bagi prajurit TNI tidak boleh diremehkan. Konflik Gaza memiliki karakter sangat kompleks dan berisiko tinggi. 

“Negara tidak boleh mempertaruhkan keselamatan prajurit tanpa mandat yang jelas, aturan keterlibatan yang ketat, serta strategi keluar yang terukur. Parlemen harus memastikan semua itu sebelum keputusan final diambil," tegas Mantan Anggota DPR RI Periode 2019-2024 ini 

Ia lantas mendesak DPR berani meminta Pemerinta untuk membuka secara transparan aspek anggaran. Berapa biaya yang dikeluarkan? Dari pos mana? Berapa lama? Publik berhak mengetahui. Pasalnya, tidak boleh ada kebijakan luar negeri yang berjalan dengan blank cheque menggunakan dana rakyat.

Dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia harus menjaga kemandirian dan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Menurutnya, parlemen harus memastikan Indonesia tidak tunduk pada tekanan kekuatan besar atau kepentingan ekonomi jangka pendek yang dapat merusak posisi strategis bangsa.

"Kritik seperti ini bukanlah sikap penolakan terhadap perdamaian. Justru sebaliknya, perdamaian yang adil harus dibangun di atas prinsip keadilan dan penghormatan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina. Indonesia harus tetap menjadi moral force, bukan sekadar pelengkap dalam operasi keamanan internasional,” bebernya.

Oleh karena itu, Parlemen perlu segera menggelar rapat kerja terbuka, memanggil Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan pihak terkait serta membuka ruang dialog publik. Parlemen harus menunjukkan ketegasan politik untuk menjaga konstitusi, kehormatan bangsa, dan konsistensi perjuangan Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan melawan segala bentuk penjajahan di muka bumi," tandas Mulyanto.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya