Berita

Kepolisian Republik Indonesia (Polri). (Foto: Humas Polri)

Politik

Seperti Buah Simalakama, Antara Reputasi dan Tanggung Jawab Polri

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 18:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Institusi Polri memikul beban reputasi dan persepsi negatif yang telah terbentuk akibat kasus-kasus masa lalu. Setiap insiden yang melibatkan aparat seringkali langsung dipersepsikan sebagai bentuk kesalahan atau kekerasan.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Dewan Pakar Nasdem, Peter F Gontha melihat citra Polri saat ini yang kerap dinilai negatif. 

"Inilah yang disebut sebagai buah simalakama. Di satu sisi, polisi dituntut tegas (seperti) menghadapi balap liar, tawuran, dan geng motor meresahkan. Di sisi lain, setiap tindakan tegas berisiko memicu tuduhan pelanggaran jika berujung luka atau kecelakaan," kata Gontha dikutip dari Facebook pribadinya, Selasa, 24 Februari 2026.


Namun menurutnya, negara hukum tidak boleh berjalan berdasarkan reputasi masa lalu atau emosi kolektif. Proses hukum harus bertumpu pada fakta, unsur, serta pembuktian yang objektif.

Peter mengingatkan adanya bahaya pergeseran dari asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) menjadi praduga bersalah terhadap aparat.

Pasalnya, apabila setiap insiden langsung dianggap sebagai bentuk penganiayaan tanpa penyelidikan menyeluruh, maka aparat bisa menjadi ragu dalam bertindak, ketertiban umum berpotensi melemah, dan kelompok pelanggar hukum dapat merasa semakin berani.

"Sebaliknya, jika setiap tindakan aparat selalu dibenarkan tanpa evaluasi, maka kepercayaan publik akan semakin runtuh. Karena itu, keseimbangan menjadi kunci," lanjutnya.

Dalam membentuk persepsi terhadap suatu peristiwa, pers dan opini publik punya peran besar. Menurutnya, media tidak seharusnya menghakimi sebelum proses hukum selesai, menggiring opini berdasarkan potongan video, atau membangun narasi yang memperkeruh situasi.

Media juga tidak boleh menutup kritik, mengabaikan dugaan pelanggaran, atau menjadi corong pembenaran tanpa verifikasi.

"Pers yang sehat adalah pers yang objektif, proporsional, dan berbasis fakta. Opini publik pun harus dibangun di atas informasi yang utuh, bukan asumsi," tuturnya. 

Di sisi lain, Peter menilai institusi kepolisian punya tanggung jawab besar dalam memperbaiki reputasi. Tidak cukup dengan pernyataan, melainkan langkah konkret seperti transparansi investigasi, evaluasi internal, pemberian sanksi tegas jika terbukti bersalah, serta perlindungan anggota yang bertindak sesuai prosedur.

“Jika kita membiarkan prasangka mendahului fakta, maka hukum akan digantikan oleh persepsi. Setiap kejadian harus dilihat secara objektif," tutupnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya