Berita

Mantan duta besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson (tengah) ditangkap kepolisian Inggris (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Sky News)

Dunia

Mantan Dubes Inggris untuk AS Diciduk Terkait Skandal Epstein

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 13:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepolisian Inggris menangkap seorang pria berusia 72 tahun yang diduga melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas pemerintahan di sebuah alamat di kawasan Camden, London, pada Senin, 23 Februari. 

Meski pihak berwenang tidak menyebutkan nama secara resmi, sejumlah laporan dan rekaman yang beredar menunjukkan bahwa pria tersebut adalah mantan duta besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson.

“Petugas telah menangkap seorang pria berusia 72 tahun karena dicurigai melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas di pemerintahan. Ia ditangkap di sebuah alamat di Camden pada hari Senin, 23 Februari dan telah dibawa ke kantor polisi London untuk diinterogasi," kata juru bicara Kepolisian Metropolitan London, dikutip dari Sky News, Selasa 24 Februari 2026.


"Hal ini menyusul penggeledahan berdasarkan surat perintah di dua alamat di wilayah Wiltshire dan Camden," lanjutnya.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria yang diyakini Mandelson dikawal dua petugas polisi berpakaian preman keluar dari rumahnya dan dibawa menggunakan kendaraan tanpa tanda pengenal.

Penangkapan ini berkaitan dengan penyelidikan atas dugaan kebocoran data pemerintah yang sensitif kepada mendiang pengusaha AS, Jeffrey Epstein, yang sebelumnya divonis dalam kasus perdagangan seks. Awal bulan ini, otoritas AS merilis kumpulan dokumen terbaru yang mengungkap bahwa Mandelson diduga menerima dana sebesar 75.000 Dolar AS dari Epstein.

Menyusul mencuatnya dokumen tersebut, Mandelson menjadi sorotan tajam publik dan politik. Ia mengundurkan diri dari Partai Buruh serta melepas posisinya di House of Lords. Namun, ia tetap membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan tidak ingat pernah menerima uang dari Epstein.

Skandal ini menjadi pukulan bagi pemerintahan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Kepala stafnya, Morgan McSweeney, ikut terseret karena sebelumnya menunjuk Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk AS meskipun hubungan Mandelson dengan Epstein sudah diketahui. 

McSweeney akhirnya mengundurkan diri dan mengakui keputusan tersebut “salah,” serta menyebut kasus itu telah “merusak partai kita, negara kita, dan kepercayaan pada politik itu sendiri.”

Tak lama setelah itu, direktur komunikasi Starmer, Tim Allan, juga mengundurkan diri. Ia menyatakan ingin memberi kesempatan kepada perdana menteri untuk membentuk “tim baru” di tengah krisis politik yang berkembang.

Dampak kasus ini juga merembet ke keluarga kerajaan Inggris. Andrew, adik Raja Charles III, kembali terseret setelah namanya muncul dalam dokumen terbaru Epstein. 

Setelah sebelumnya dicabut gelar-gelarnya karena hubungan dengan Epstein, ia kini menghadapi tuduhan dugaan pelanggaran dalam jabatan publik terkait pemberian dokumen sensitif. Ia sempat ditangkap pekan lalu, namun dibebaskan pada hari yang sama setelah menjalani pemeriksaan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya