Berita

Situasi di Meksiko usai kematian El Mencho (Tangkapan layar RMOL dari siaran Sky News)

Global

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kematian kepala Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, dalam operasi militer di Meksiko menandai titik balik terbaru dalam perang melawan kartel narkoba.

Oseguera Cervantes tewas pada Minggu, 22 Februari 2026, dalam penggerebekan yang memicu kerusuhan dan aksi kekerasan di beberapa wilayah, termasuk Puerto Vallarta.

Tak lama setelah peristiwa itu, terungkap bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump secara diam-diam mendorong Meksiko menyerahkan hampir 100 tersangka pemimpin dan anggota kartel ke Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan setelah Trump menetapkan kartel sebagai organisasi teroris asing dan menekan pemerintah Meksiko mempercepat proses ekstradisi.


Dari 92 orang yang telah dipindahkan ke AS dalam tiga gelombang sejak Februari tahun lalu, salah satunya adalah Antonio Oseguera Cervantes, saudara El Mencho. Departemen Kehakiman AS menyebut banyak dari mereka sebenarnya sudah lama diminta diekstradisi, namun tidak dipenuhi pada pemerintahan sebelumnya.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan komitmen keras pemerintah. “Sebagaimana telah ditegaskan Presiden Trump, kartel adalah kelompok teroris, dan Departemen Kehakiman berkomitmen untuk menghancurkan kartel dan geng lintas negara,” ujarnya, dikutip dari *New York Post*, Selasa 24 Februari 2026.

Bondi menambahkan bahwa para tersangka akan dituntut dengan hukuman maksimal demi menghormati aparat yang gugur dalam perang melawan kartel.

Selain jaringan CJNG, tokoh penting Kartel Sinaloa seperti Pedro Inzunza Noriega juga telah diserahkan ke AS. Ia dan putranya dituduh mengoperasikan salah satu jaringan produksi fentanyl terbesar di dunia serta menyelundupkan puluhan ribu kilogram narkotika ke Amerika Serikat.

Seluruh terdakwa akan diadili di 13 negara bagian AS dan District of Columbia. Banyak dari mereka menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup. Langkah ini menegaskan bahwa perburuan terhadap kartel tidak berhenti di perbatasan negara, tetapi berlanjut secara lintas-negara.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya