Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Pasar Minyak Tegang di Tengah Proses Negosiasi AS-Iran

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 11:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia bergerak fluktuatif dan masih tertahan di bawah level tertinggi hampir tujuh bulan pada Selasa, 24 Februari 2026, seiring pelaku pasar mencermati rencana lanjutan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran serta ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun tipis 9 sen atau 0,1 persen ke level 71,40 Dolar AS per barel. Sehari sebelumnya, harga sempat menyentuh 72,50 Dolar AS per barel - tertinggi sejak akhir Juli - dengan pergerakan yang sangat volatil. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 11 sen atau 0,2 persen menjadi 66,20 Dolar AS per barel, setelah sempat naik ke 67,28 Dolar AS, level tertinggi sejak awal Agustus.


Analis ANZ, Daniel Hynes, menyebut pasar minyak masih berada dalam kondisi tegang menjelang dimulainya kembali pembicaraan AS-Iran. 

“Pasar minyak mentah tetap waspada seiring dimulainya kembali negosiasi nuklir minggu ini,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa meningkatnya kembali ketegangan perdagangan turut menekan sentimen pasar.

Putaran ketiga pembicaraan nuklir AS-Iran dijadwalkan berlangsung Kamis di Jenewa. Washington menuntut Teheran menghentikan program nuklirnya, namun Iran kembali menegaskan penolakan dan membantah tengah mengembangkan senjata nuklir.

Ketegangan geopolitik semakin terasa setelah AS menarik personel non-esensial dari kedutaannya di Beirut. Presiden AS Donald Trump bahkan memperingatkan bahwa akan terjadi “hari yang sangat buruk” bagi Iran jika tidak tercapai kesepakatan.

Dari sisi teknikal, analis IG Tony Sycamore menilai harga minyak masih berada di batas atas kisaran perdagangan enam bulan terakhir. “Jika harga mampu menembus level tertinggi kisaran ini, peluang kenaikan ke 70-72 Dolar AS terbuka. Namun jika melemah, koreksi bisa membawa harga kembali ke sekitar 61 Dolar AS,” tulisnya.

Di luar faktor geopolitik, pasar juga dibayangi ketidakpastian kebijakan dagang AS. Trump memperingatkan negara-negara agar tidak menarik diri dari kesepakatan dagang terbaru, sembari mengancam tarif yang lebih tinggi setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif darurat sebelumnya.

Sebagai tambahan tekanan, laporan serangan drone Ukraina terhadap fasilitas pemompaan Rusia yang terkait jalur pasokan minyak ke Eropa Timur turut memperkuat kekhawatiran gangguan pasokan global.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya