Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AP)

Publika

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 01:03 WIB

DONALD TRUMP dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan. Liut sekali nyawanya. 

Kalau hidup ini novel Camanewak 1.000 halaman, maka Donald Trump itu tokoh yang kontraknya tak boleh mati sebelum seasonterakhir. 

Februari 2026, episode baru tayang. Lokasi tetap setia, Mar-a-Lago. Istana tropis yang dijaga bukan cuma pagar, tapi refleks sepersekian detik dan peluru presisi.


Tokoh antagonisnya kali ini, Austin Tucker Martin, 21 tahun, asal Cameron, North Carolina. Fresh graduate SMA. Baru merintis bisnis kecil gambar seni handmade, spesialisasi gambar lapangan golf. Iya, golf, wak. Dunia fairway dan green yang biasanya tenang, bukan dunia manifesto dan makar. 

Keluarganya bilang dia pendiam, minim pengalaman senjata, dan, ini yang bikin plot makin absurd, keluarganya pendukung garis keras Trump. Kalau ini sinetron, penonton sudah teriak, “Penulisnya merampot!”

Tanggal 21 Februari 2026 pukul 19.51 waktu setempat, keluarga panik lapor hilang. Anak yang biasa coret-coret green tiba-tiba hilang dari radar. 

Ternyata dia road trip ke Florida. Bukan bawa kamera vlog atau cemal-cemil, tapi shotgundan jeriken bensin. Kombinasi yang bikin otak publik langsung bikin teori, mau barbeque dini hari atau mau bikin headline?

Pukul 01.30 dini hari, 22 Februari 2026 waktu Florida, ia mendekati gerbang utara Mar-a-Lago. Kebetulan ada kendaraan keluar. Pintu terbuka. Dalam fisika, ini momentum. Dalam keamanan, ini celah sepersekian detik yang nilainya lebih mahal dari saham teknologi. Austin masuk perimeter.

Dua agen Secret Service dan satu deputy sheriff Palm Beach County langsung bergerak. Teriakan klasik film aksi terdengar: “Drop your items!” Jeriken bensin ditaruh. Shotgun? Diangkat ke posisi siap tembak. 

Di sinilah hukum alam bekerja tanpa basa-basi. Tidak ada dialog Shakespeare. Tidak ada negosiasi panjang. Tembakan dilepaskan. Austin tewas di tempat. Tidak ada tembakan balik. Semua selesai dalam detik-detik yang bahkan belum cukup untuk upload satu story.

Trump? Tidak ada di lokasi. Ia berada di White House, Washington DC. Secara teknis, ini bukan percobaan pembunuhan langsung terhadapnya. Tapi publik tak peduli teknis. Narasinya tetap, “Upaya habisi Trump gagal lagi.” Plot armor tetap aktif.

FBI kini menyelidiki motif. Masih misteri. Ada yang bisik-bisik soal kesehatan mental. Ada yang tarik ke pusaran politik. 

Ada pula yang bilang ini krisis eksistensial generasi muda yang salah kanal, midlife crisis versi 21 tahun, tapi pakai senjata api. 

Teori konspirasi pun tumbuh subur. Apakah ini sekadar aksi tunggal? Apakah ada tangan tak terlihat? Atau cuma drama tragis yang lahir dari impuls sesaat?

Ini bukan yang pertama. Juli 2024 di Butler, Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, menembak dari atap. Trump luka di telinga, satu orang tewas. 

Dalam 12 detik, sniper Secret Service mengakhiri pelaku. September 2024, di lapangan golf dekat Mar-a-Lago, Ryan Wesley Routh ditangkap hidup-hidup dan pada Februari 2026 divonis seumur hidup. Statistiknya konsisten: perimeter + senjata = tamat.

Mau jadi legenda dengan cara kilat? Hasilnya sering cuma jadi notifikasi singkat. Mar-a-Lago bukan taman kota. Ia lebih mirip benteng dengan algoritma refleks. Setiap orang yang mencoba menembusnya seperti menantang hukum sebab-akibat.

Dunia boleh panas, politik boleh gaduh, teori konspirasi boleh tumbuh macam jamur musim hujan. Tapi satu hal konsisten, siapa pun yang masuk perimeter bersenjata, peluang hidupnya tipis macam kertas nota.

Trump selamat lagi. Episode selesai. Rating naik. Publik geleng-geleng. Kita tinggal menunggu, apakah ini benar-benar akhir musim, atau cuma teaser untuk episode berikutnya? Dunia ini kadang terasa seperti serial tanpa tamat.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya