Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo berfoto di samping proyek kereta cepat. (Foto: Dok. KAI)

Bisnis

Indef: Whoosh Merugikan karena Baru Balik Modal 100 Tahun

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 17:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai proyek kereta cepat Whoosh perlu dievaluasi mendalam lantaran balik modal atau payback period bisa mencapai 100 tahun.

"Jumlah utang yang ditanggung pemerintah untuk Whoosh dan potensi penerimaan dari Whoosh ini gap-nya sangatlah besar," ujar Ekonom Indef, Esther Sri Astuti dalam keterangan tertulisnya, Senin, 23 Februari 2026.

Ester menjelaskan, pengawasan terhadap pengelolaan kereta cepat dapat dilakukan dengan cara sederhana, yakni membandingkan kualitas barang atau hasil pekerjaan yang diterima dengan harga pasar yang berlaku.


Langkah tersebut bisa menjadi indikator awal untuk mendeteksi adanya penyimpangan.

Menurut Esther, strategi utama untuk meminimalkan potensi kerugian adalah melalui monitoring dan evaluasi proyek secara konsisten. Apabila ditemukan kejanggalan, maka harus diikuti dengan penegakan hukum.

Selain persoalan tata kelola, Esther juga menyoroti aspek pembiayaan proyek Whoosh.

PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai konsorsium pemegang 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ditaksir mengalami kerugian hingga Rp4 triliun lebih.

Berdasarkan perhitungan dari tingkat okupansi Whoosh saat ini, periode balik modal proyek membutuhkan waktu yang sangat lama.

"Ini mengakibatkan tingkat pengembalian (payback period) proyek Whoosh sangat lama. Saya pernah menghitung sekitar lebih 100 tahun lebih dengan tingkat okupansi Whoosh seperti sekarang," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya