Berita

Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: Istimewa)

Politik

Dana Desa Dialokasikan ke KDMP Perkuat Ekonomi Rakyat Bawah

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 13:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengalokasian Dana Desa tahun 2026 yang difokuskan pada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), diyakini mampu menggenjot perekonomian masyarakat di bawah.

Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud menilai, alokasi Dana Desa 2026 ke KDMP ditujukan untuk mempercepat pembangunan dan operasional awal kelembagaan dari program ekonomi kerakyatan yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Kebijakan penyesuaian DD (Dana Desa), di mana 58,3 persen atau Rp34,57 triliun dari total pagu anggaran Rp60,57 triliun, dialihkan untuk KDMP bukan merupakan pengkondisian fiskal atau pembatasan diskresi lokal," tuturnya kepada RMOL, Senin, 23 Februari 2026.


"Kebijakan ini justru untuk memperkuat ekonomi lokal. Kebijakan ini justru bertujuan memperkuat ekonomi desa," sambung Irvan.

Ia meyakini, KDMP dirancang untuk mengagregasi produksi warga, menjaga stabilitas harga, serta menciptakan surplus ekonomi di tingkat desa.

“Alokasi 58,3 persen untuk KDMP adalah bentuk keberpihakan untuk mengakselerasi pembentukan kelembagaan ekonomi desa,” ujarnya.

Irvan juga memperkirakan, pengalihan DD kepada KDMP akan memberikan dampak ekonomi yang nyata, ketika sudah berjalan.

“Dengan dukungan alokasi tersebut, KDMP mempunyai minimum viable scale, dan ini sekaligus menjadi jawaban atas fragmentasi program ekonomi desa selama 10 tahun terakhir,” urainya.

Kendati demikian, Irvan berharap implementasi kebijakan ini tetap dilakukan pendampingan teknis dan pengawasan ketat agar penggunaannya tepat sasaran.

“Semua pihak bisa turut serta melakukan pengawasan agar KDMP yang dibangun dengan anggaran besar ke depan dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” demikian lrvan menambahkan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya