Berita

rsjad Rasjid (Tangkapan layar RMOL dari tayangan YouTube Garuda TV,)

Bisnis

Peluang Investasi Hijau Besar, Asal Tata Kelola Transparan

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebijakan transisi energi pemerintah perlu dijalankan secara realistis dan pragmatis dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.

Dalam wawancara di program ekonomi Garuda TV beberapa Waktu lalu, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menyatakan ia mendukung percepatan transisi Energi Baru Terbarukan (EBT), terutama sebagai respons terhadap perubahan iklim dan berbagai dampak bencana yang terjadi. Namun, ia menekankan bahwa transisi energi tidak bisa dilepaskan dari aspek keamanan energi.

“Saya setuju dengan transisi energi karena perubahan iklim itu nyata. Tapi yang paling penting selain transisi adalah keamanan. Jadi harus menjadi satu kesatuan: keamanan energi dan keberlanjutan,” ujarnya, dikutip redaksi di Jakarta Senin 23 Februari 2026.


Menurut pria yang baru saja dilantik sebagai Anggota Dewan Penasihat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini, pemerintah perlu memastikan keseimbangan antara target energi terbarukan dan kebutuhan pasokan energi nasional. Ia menyinggung rencana bauran energi nasional yang menargetkan sekitar 25 persen energi terbarukan, sementara saat ini porsinya masih berada di bawah angka tersebut.

Arsjad melihat peluang investasi hijau di Indonesia sangat besar. Indonesia dinilai memiliki sumber daya melimpah, mulai dari panas bumi (geotermal), tenaga surya, angin, hingga potensi pengembangan nuklir di masa depan.

Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan energi ke depan akan meningkat seiring perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan pembangunan pusat data yang membutuhkan pasokan listrik besar. 

“Bagaimana kita bisa bicara AI tanpa energi yang cukup?” katanya.

Meski optimistis Indonesia mampu menjalankan transisi energi, Arsjad mengakui tantangan utama terletak pada teknologi. Karena itu, ia mendorong kerja sama dengan pihak yang memiliki kapabilitas teknologi, serta kolaborasi antara modal publik dan swasta, baik domestik maupun internasional.

Ia juga menekankan pentingnya peran PLN dalam membuka ruang partisipasi swasta secara transparan. Menurutnya, transparansi dan kepastian kebijakan akan menjadi kunci untuk menarik investasi di sektor energi hijau.

“Kesempatannya ada. Tinggal bagaimana kita mendorongnya dan memastikan tata kelola yang terbuka,” pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya