Berita

Representative Image (Foto: Arise.tv)

Global

AS Kerahkan 16 Kapal Perang dan 40 Ribu Tentara ke Timur Tengah

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 11:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat meningkatkan tekanan militer terhadap Iran dengan pengerahan kekuatan besar-besaran ke kawasan Timur Tengah. 

Laporan Financial Times menyebut Washington telah mengumpulkan 16 kapal perang, sekitar 40.000 personel militer, serta sedikitnya tujuh sayap udara tempur di wilayah tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Dikatakan bahwa pengerahan mencakup kehadiran angkatan laut yang luas serta penguatan signifikan kemampuan udara di sejumlah pangkalan strategis. 


Situasi ini memicu spekulasi bahwa Gedung Putih tengah menyiapkan opsi militer serius, sembari tetap membuka ruang diplomasi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengambil keputusan dalam 10 hingga 15 hari ke depan terkait langkah terhadap Iran, apakah melanjutkan diplomasi atau melancarkan aksi militer. 

"Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan membuat kesepakatan [dengan Iran)," ujarnya seperti dikutip dari Axios, Senin, 23 Februari 2026. 

Sementara itu, Jurnalis sekaligus whistleblower Amerika, John Kiriakou pada Minggu, 22 Februari 2026 mengungkap bahwa seorang mantan perwira CIA yang ada di Gedung Putih memberi tahu dirinya bahwa Trump telah memutuskan menyerang Iran pada hari Senin atau Selasa pekan ini. 

"Ia mengatakan bahwa keputusan telah dibuat untuk menyerang Iran pada hari Senin atau Selasa," kata Kiriakou dalam cuplikan video di X, Minggu, 22 Februari 2026. 

Secara operasional, AS sebelumnya telah mempertahankan lima sayap udara, unit komando yang masing-masing terdiri dari sekitar 70 pesawat, di pangkalan yang tersebar di Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. 

Kini, dua sayap udara tambahan ditempatkan di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, memperluas jangkauan tempur dan daya gentar Washington di sekitar Iran.

Data yang dikutip Financial Times dari Universitas Tel Aviv menunjukkan pangkalan militer Muwaffaq Salti di Yordania menampung sedikitnya 66 jet tempur, termasuk 18 F-35, 17 F-15, dan delapan A-10, serta pesawat perang elektronik EA-18 dan pesawat angkut. 

Sementara itu, data satelit juga memperlihatkan peningkatan jumlah jet tempur di pangkalan udara Arab Saudi, mencerminkan ekspansi signifikan jejak militer AS di kawasan Teluk di tengah bayang-bayang potensi konflik terbuka dengan Iran.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya