Berita

Iliustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Dolar AS Tertekan Pembatalan Tarif Trump

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 09:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) terjerembab pada perdagangan Senin 23 Februari 2026, setelah pelaku pasar menyikapi putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar tarif Presiden Donald Trump. Keputusan ini adalah sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi global. 

Meskipun kebijakan ini menekan mata uang Negeri Paman Sam, pelemahannya terpantau masih terbatas akibat ketidakpastian perdagangan yang tersisa serta meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah.

Memasuki awal perdagangan sesi Asia, pergerakan mata uang Dolar AS menunjukkan tekanan yang jelas. 


Euro terpantau menguat 0,4 persen ke posisi 1,1823 Dolar AS, sementara Poundsterling mencatatkan kenaikan dengan persentase serupa menjadi 1,3521 Dolar AS. 

Di saat yang sama, Dolar AS melemah 0,4 persen terhadap Yen Jepang ke level 154,42 (1 Dolar AS setara dengan 154,42 Yen Jepang) 

Dolar AS juga merosot 0,5 persen terhadap Franc Swiss ke posisi 0,7716. 

Mata uang komoditas seperti Dolar Australia juga menguat tipis. Kini, 1 Dolar Australia berada di level 0,71 Dolar AS. 

Kondisi pasar secara keseluruhan relatif tipis karena aktivitas perdagangan berkurang akibat hari libur di Jepang dan perayaan Tahun Baru Imlek di China. 

Sentimen negatif terhadap Dolar AS juga diperparah oleh kinerja sepanjang 2025, di mana Indeks Dolar (DXY) telah anjlok lebih dari 9 persen akibat fokus pasar pada ekspektasi penurunan suku bunga dan kekhawatiran defisit fiskal. 

Meski Trump langsung membalas putusan pengadilan dengan tarif baru 15 persen untuk 150 hari ke depan, ketidakpastian mengenai pengembalian bea masuk sebelumnya dan langkah hukum yang berkepanjangan diperkirakan akan terus membayangi pergerakan dolar dalam jangka panjang.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya