Berita

Arsjad Rasjid (Tangkapan layar RMOL dari tayangan YouTube Garuda TV,)

Bisnis

Semangat “Love Your Neighbor” Jadi Fondasi Stabilitas dan Kemakmuran Ekonomi

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah turbulensi ekonomi global yang melampaui pola konvensional, Indonesia membutuhkan fondasi stabilitas yang kuat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,1 persen pada 2026. 

Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, menegaskan, fondasi tersebut, menurutnya, tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga diplomatik dan sosial. Dalam wawancara di program Ekonomi 8 Garuda TV, beberapa waktu lalu, Arsjad menyoroti pentingnya pendekatan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal masa kepemimpinannya menekankan prinsip “love your neighbor”.

Bagi Arsjad, pesan “love your neighbor” bukan sekadar retorika moral, melainkan strategi geopolitik dan ekonomi. Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan kebijakan ekonomi yang semakin transaksional, Indonesia tidak bisa berdiri sendiri.


“Bagaimana kita menciptakan lingkungan bertetangga yang hubungannya harus kita jaga,” ujarnya, mengingat kembali pesan Presiden, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Senin 23 Februari 2026.

Konsep ini, lanjut Arsjad, selaras dengan semangat gotong royong dan kerja sama regional, khususnya di kawasan ASEAN yang kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Stabilitas kawasan menjadi syarat mutlak bagi terciptanya kemakmuran.

Menurutnya, tanpa perdamaian tidak ada stabilitas. Tanpa stabilitas, mustahil tercipta kesejahteraan. Karena itu, langkah aktif Presiden Prabowo membangun komunikasi dengan berbagai negara dan tidak berpihak dalam konflik global dinilai sebagai aset diplomasi baru bagi Indonesia.

Arsjad menilai diplomasi internasional yang dijalankan Presiden merupakan modal strategis yang harus diterjemahkan menjadi keuntungan ekonomi nyata.

“Kalau kita tidak bicara dengan semua pihak, kita akan tertinggal. Tapi kita juga tidak ingin memilih pihak,” jelasnya.

Pendekatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai penjaga perdamaian sekaligus mitra strategis yang dipercaya di tengah dinamika global.

Selain stabilitas geopolitik, Arsjad juga menekankan pentingnya tiga pilar utama atau “3C” untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional

Pertama, Certainty (Kepastian). Kepastian hukum dan regulasi yang konsisten tanpa perubahan mendadak menjadi faktor krusial untuk menarik investasi.

Kedua Capability (Kapasitas). Pembangunan sumber daya manusia, mulai dari pendidikan dasar, vokasi, hingga perguruan tinggi, termasuk penguatan sektor kesehatan sebagai investasi jangka panjang.

Ketiga, Capital (Modal). Ketersediaan modal yang mampu menggerakkan pembangunan dan memperkuat kapasitas nasional.

Menurut Arsjad, Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya kepastian hukum dan pembangunan modal manusia dalam berbagai pidatonya. Hal ini dinilai sejalan dengan kebutuhan dunia usaha yang menginginkan stabilitas dan arah kebijakan yang jelas.

Pria yang baru saja dilantik sebagai Anggota Dewan Penasihat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa pesan “love your neighbor” memiliki makna luas, yaitu menjaga hubungan baik antarnegara, memperkuat kerja sama kawasan, dan membangun harmoni domestik.

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, pendekatan yang mengedepankan perdamaian, dialog, dan kolaborasi dinilai bukan hanya sebagai nilai moral, tetapi sebagai strategi ekonomi jangka panjang.

“Ujungnya adalah kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Dengan kata lain, bagi Arsjad Rasjid, masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh angka pertumbuhan, tetapi juga oleh kemampuan bangsa menjaga hubungan, baik dengan tetangga terdekat maupun dengan dunia internasional.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya