Berita

Ilustrasi Anggota Brimob. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Polri Didesak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Siswa hingga Tewas

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 00:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aksi penganiayaan brutal yang dilakukan Anggota Brimob Pelopor C Kota Tual, Bripda Masias Siahaya hingga menewaskan seorang siswa MTsN Maluku Tenggara bernama Arianto Tawakal (14), Kamis, 19 Februari 2026 menuai sorotan publik.
 
Aktivis Nasional asal Maluku dan Ketua Koordinator Nasional (Kakornas) Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama mengecam tindakan tersebut.

“Sadisnya lagi, Bripda Masias Siahaya juga menganiaya sang kakak korban bernama Nasrim Karim (15) hingga mengalami patah tulang,” kata Sandri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 22 Februari 2026. 


Ia lantas meminta si pelaku agar diberhentikan dengan tidak hormat (PDTH) alias dipecat dari Kepolisian.

"Kami minta agar pelaku di-PDTH karena menghilangkan nyawa orang lain adalah perbuatan yang tak bisa dibenarkan. Sadis banget," tegasnya.

Sandri menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi aparat kepolisian, khususnya Polda Maluku agar membina anak buah dengan lebih baik.

Ia pun sudah berkomunikasi dengan pihak Polda Maluku agar menangani kasus ini dengan transparan hingga tuntas.

"Saya sudah menghubungi Kapolda Maluku langsing dan beliau sudah menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi kepada keluarga korban dan masyarakat," ungkapnya.

Sandri mendukung langkah cepat Polda Maluku yang secara cekatan membuka kasus ini ke publik dengan transparan.

Kendati demikian, ia juga meminta agar kasus ini jangan digiring sebagai alat mendiskreditkan lembaga Polri. Sebab kasus ini murni dilakukan seorang oknum Brimob, dan pihak Polda Maluku sudah menyatakan akan menindak tegas si pelaku dengan transparan.

"Kami selaku Putra Maluku berharap agar mentalitas personel Polri, khususnya Brimob bisa menjadi perhatian khusus, agar ke depan lebih humanis dan persuasif dalam penanganan aksi apapun di masyarakat," pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya