Berita

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Agus Suparmanto bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: PPP)

Politik

Safari Ramadan PPP Jawa Barat:

Ulama Dorong Kebangkitan Partai Ka'bah

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 23:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jawa Barat menjadi momentum konsolidasi strategis bersama ulama dan pesantren.

Agenda tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum DPP PPP, Agus Suparmanto, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saeful Hidayat. Kegiatan dimulai Sabtu 21 Februari 2026 dengan menyambangi sejumlah pesantren di Tasikmalaya, wilayah yang dikenal sebagai basis historis PPP di Jawa Barat.

Rombongan pertama kali bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kehadiran mereka disambut langsung pengasuh pesantren, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy, bersama para alumni.


Dalam suasana hangat menjelang berbuka puasa, Agus Suparmanto menegaskan bahwa PPP lahir dari rahim perjuangan alim ulama.

"PPP berdiri atas inisiasi para ulama. Jika ingin bangkit kembali, harus dimulai dengan doa dan restu para kiai," ujar Agus dalam keterangannya, dikutip Minggu 22 Februari 2026.

KH Asep Maoshul menyampaikan pesan agar PPP menjaga marwah sebagai partai warisan ulama dan kembali memperkuat tradisi musyawarah.

“PPP harus hadir kembali di Senayan. Itu amanat ulama. Tradisi musyawarah harus dijaga, jangan sampai ada jarak dengan kiai,” kata Kiai Asep.

Ia juga mengingatkan agar kebijakan di tingkat pusat tetap berpijak pada nilai-nilai Islami dan selaras dengan aspirasi daerah.

Selepas salat Tarawih, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, yang diasuh KH Ubaidillah Ruhiat.

KH Ubaidillah menegaskan Tasikmalaya merupakan basis tradisional PPP berkat peran ulama dan santri.

"Saya berharap PPP bisa kembali besar dan masuk Senayan pada Pemilu 2029. Para pengurus harus istikamah," pesannya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya