Berita

Gedung Putih (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 19:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Bocoran mengejutkan dari lingkaran Gedung Putih mengguncang publik internasional. 

Jurnalis sekaligus whistleblower Amerika, John Kiriakou, mengungkap bahwa seorang mantan perwira CIA yang ada di Gedung Putih memberi tahu dirinya bahwa Presiden AS Donald Trump telah memutuskan menyerang Iran pada hari Senin atau Selasa pekan depan. 

"Ia mengatakan bahwa keputusan telah dibuat untuk menyerang Iran pada hari Senin atau Selasa," kata Kiriakou dalam cuplikan video di X, Minggu, 22 Februari 2026. 


Presiden AS disebut memberikan Iran tenggat waktu 10 hari untuk menerima proposal AS yang mencakup penghentian program rudal balistik dan pengayaan uranium, serta menghentikan dukungan kepada kelompok-kelompok di Timur Tengah seperti Hamas, Hezbollah, dan Houthi. 

Lebih jauh, Kiriakou mengemukakan bahwa Trump mungkin memperpanjang atau mempersingkat tenggat itu, namun tetap akan meluncurkan serangan kejutan. 

"Yah, dia akan memberi Anda 10 hari, dia akan memberi Anda dua minggu, dan kemudian dia akan menyerang dua hari kemudian. Dia pikir itu membuat orang-orang kehilangan keseimbangan," paparnya.

Ia juga mengutip sumber yang mengatakan hanya Wakil Presiden J.D. Vance dan Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard yang menentang rencana tersebut, sedangkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Joint Chiefs of Staff disebut mendukung penuh. 

Namun, klaim ini langsung bertentangan dengan laporan media lain. Outlet berita Axios, yang mengutip penasihat senior Trump, melaporkan bahwa sang presiden belum membuat keputusan final soal serangan militer terhadap Iran. 

Senator Lindsey Graham bahkan mengatakan beberapa orang di lingkaran Trump menentang aksi militer, meskipun dirinya mendukung serangan tersebut.

Trump sendiri pekan lalu mempertegas tekanan terhadap Teheran. Ia memperingatkan Iran punya waktu maksimal 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan soal program nuklirnya, dan jika gagal, akan ada sesuatu yang buruk terjadi. 

“Anda mungkin akan mengetahuinya dalam 10 hari ke depan. Saya rasa itu cukup waktu... maksimal 10 atau 15 hari,” menurut wartawan, meskipun,” ujarnya kepada wartawan, meski tak merinci kapan tindakan militer akan diambil.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya