Berita

Pasukan TNI. (Foto: Istimewa)

Pertahanan

8.000 TNI Potensi Disetir Kepentingan Israel

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 14:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengiriman 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke jalur Gaza, Palestina sebagai bagian dari Board of Peace (BoP), diprediksi bakal dimanfaatkan Israel dan Amerika Serikat untuk mencapai kepentingannya.

Peneliti Bidang Hukum The Indonesian Institute (TII), Christina Clarissa Intania memandang, Indonesia sama saja menghancurkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, karena kehadiran TNI di Gaza dengan bendera BoP.

"Itu kan merepresentasikan kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Melihat inkonsistensi tersebut, seharusnya Indonesia bisa lebih jernih memandang," ujar Christina kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 22 Februari 2026.


Menurutnya, media massa Israel mengklaim TNI akan menjadi bagian dari International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional dalam fase kedua gencatan senjata.

|"Tapi harus diingat juga bahwa Israel telah melanggar gencatan senjata dalam banyak kesempatan (aljazeera.com, 10/2/2026; ohchr.org, 24/11/2025)," urai Christina sembari menautkan sumber.

Dia menegaskan, salah satu pelanggaran gencatan senjata Israel sudah ditegur oleh Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan November 2025, dan meminta negara-negara untuk bertindak karena pelanggaran gencatan senjata 11 Oktober 2025.

"Dan perlu diingat juga, bahwa kini Indonesia adalah Presiden Dewan HAM PBB, yang memiliki tugas untuk mengutuk pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel dan memastikan Palestina mendapatkan kemerdekaannya," katanya mengungkit.

Oleh karena itu, Christina menduga watak ingkar Israel tidak akan berubah selama tujuannya belum tercapai. Sehingga, pengiriman pasukan tentara dari berbagai negara ke Gaza, termasuk dari Indonesia tentunya bagian dari indikasi pemanfaatan.

"Bahwa besar kemungkinan kejadian yang sama akan terjadi ketika TNI bertugas di Gaza. Tidak mustahil bagi TNI untuk justru malah terlibat dalam pelanggaran gencatan senjata yang sering dilakukan Israel," tuturnya. 

"Ini adalah skenario terburuk, di mana TNI malah berada dalam kemalut kepentingan tentara Israel di Gaza yang justru tidak sejalan dengan tujuan membawa perdamaian yang digadang," demikian Christina menambahkan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya