Berita

Direktur Penyelidikan KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto. (Foto: Humas KPK)

Hukum

Mengenal Tessa Mahardhika Sugiarto: Dari Kapolsek hingga Direktur Penyelidikan KPK

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 11:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melantik Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Direktur Penyelidikan pada Jumat, 20 Februari 2026. Pelantikan ini mengukuhkan jabatan yang sebelumnya diemban sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sejak Mei 2025.

Tessa merupakan mantan perwira Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Polisi (Kompol) menyatakan kesiapannya menjalankan amanah baru tersebut dalam memperkuat penegakan hukum tindak pidana korupsi.

"Saya berkomitmen untuk senantiasa menjaga kehormatan dan martabat pribadi, dan marwah Komisi Pemberantasan Korupsi dalam setiap sikap dan tindakan, baik di dalam maupun di luar pelaksanaan tugas kedinasan," kata Tessa saat membacakan pakta integritas dalam acara pelantikan seperti dikutip RMOL, Minggu, 22 Februari 2026.


Tessa lahir di Jakarta dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2001. Pendidikan formalnya dimulai dari SD Gunung 05 Pagi (1991), SMPN 19 Jakarta (1994), SMU 82 Jakarta (1997), Akademi Kepolisian (2001), S1 STIK-PTIK (2008), hingga meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Interstudi pada 2023.

Sepanjang kariernya, Tessa mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan profesional, antara lain Diklat Sertifikasi Auditor Ahli BPKP (2009), Auditor Ahli BPKP (2010), Certified Fraud Examiner/CFE (2014), pelatihan asset management, pelatihan wawancara investigasi tingkat lanjut, pelatihan penanganan tindak pidana pencucian uang PPATK (2014), short course asset recovery Australia Awards (2016), pelatihan ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (2017), hingga berbagai pelatihan komunikasi dan investigasi di lingkungan KPK.

Karier kepolisian Tessa dimulai sebagai Pamapta "A" sekaligus Kepala SPK 1 Polres Muna Polda Sulawesi Tenggara pada 2002-2004. Ia kemudian menjabat Kanit Laka Satlantas Polres Muna (2004-2005), Kapolsek Kusambi Polres Muna (2005), Kasat Lantas Polres Unaaha/Konawe (2005-2006), Kasat Lantas Polres Kolaka (2006), Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sultra (2006), serta Ka Induk-3 Sat PJR Ditlantas Polda Sultra (2006).

Tessa pensiun dini dari Polri pada 25 Januari 2018 dengan pangkat terakhir Komisaris Polisi. Selama berdinas di Polri, ia menerima penghargaan Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun pada 2008.

Karier Tessa di KPK dimulai sejak 2008 sebagai penyidik pada Direktorat Penyidikan Kedeputian Penindakan. Ia kemudian dipercaya sebagai Kepala Satuan Tugas Penyidikan pada 2016, Pelaksana Harian Direktur Penyidikan pada 2021, Jurubicara KPK pada 2024 hingga Mei 2025, serta Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyelidikan sejak Mei 2025 hingga 18 Februari 2026. Pada 20 Februari 2026, Tessa resmi dilantik sebagai Direktur Penyelidikan KPK.

Selain tugas struktural, Tessa juga aktif dalam bidang akademik dan komunikasi publik. Ia menulis karya ilmiah "Peran Public Relation dalam Sosialisasi Polmas di Polsek Metro Kebayoran Lama" pada 2008 serta penelitian "Pengaruh Pemberitaan Pemberhentian Pegawai terhadap Citra KPK" pada 2022.

Pengalaman internasional Tessa juga cukup luas. Ia pernah mengikuti atau menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan di luar negeri, antara lain penyidikan perkara korupsi di Singapura, seminar antikorupsi OECD-ADB di Filipina, program asset recovery di Australia, pertemuan Global Law Enforcement Network (GLEN) OECD di Prancis, konferensi antikorupsi regional UNODC di Thailand, pertemuan penegak hukum di Arab Saudi, serta penandatanganan kerja sama lembaga antikorupsi Indonesia-Maladewa.

Saat ini, Tessa berstatus aparatur sipil negara di KPK dengan pangkat Pembina Utama Muda (IV/c). Dengan rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum, investigasi, komunikasi publik, serta pengalaman internasional, ia diharapkan mampu memperkuat fungsi penyelidikan KPK dalam mengungkap perkara korupsi sebelum meningkat ke tahap penyidikan, sekaligus meningkatkan efektivitas penindakan lembaga antirasuah tersebut.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya