Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Sekjen PSI:

Islam Wajibkan Umat Jaga Hutan-Lingkungan

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 03:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ajaran Islam secara teologis dan akidah memiliki landasan kuat yang mewajibkan umatnya menjaga lingkungan hidup dan hutan. 

Terkait hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, meyakini bahwa Islam sebagai agama yang kaffah memiliki pijakan yang sangat solid dalam merespons isu lingkungan hidup.

“Islam sebagai ajaran agama yang memiliki kompatibilitas dengan isu-isu lingkungan hidup, kehutanan atau yang saat ini kita sebut sebagai ekoteologi,” kata Raja Juli di Universitas Muhammadiyah Jember, dikutip Sabtu 21 Februari 2026.


Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2000-2002 itu menjelaskan, banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang bukan sekadar memotivasi, tetapi juga mewajibkan umat Islam untuk menjaga alam.

Ia mencontohkan teladan para khalifah dalam menjaga lingkungan, bahkan dalam situasi perang. Salah satunya adalah Abu Bakar al-Siddiq yang melarang pasukannya menebang pohon berbuah.

 “Allah mengatakan Wa la tufsidu fil-ardi ba‘da, janganlah kamu melakukan kerusakan membuang sampah, melakukan deforestasi, melakukan pencemar lingkungan setelah Allah membuatnya dengan baik atau sempurna," urainya.

Ia juga mengutip pesan, Wa la taqta‘u syajaran mutsmira atau janganlah memotong pohon yang berbuah. Menurutnya, dalam konteks kekinian, makna pohon berbuah dapat diperluas sebagai pohon yang memberi manfaat ekologis, termasuk menghasilkan oksigen.

“Saya sangat meyakini, mengimani, bahwa secara teologis secara aqidah, agama Islam memiliki landasan yang sangat solid, memotivasi kita bahkan mewajibkan kita menjaga alam kita, menjaga hutan kita secara baik,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya