Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

Negara Afrika Batalkan Uji Coba Vaksin yang Didanai AS

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Guinea-Bissau resmi menghentikan uji klinis vaksin hepatitis B yang didanai oleh Amerika Serikat (AS), setelah mendapat sorotan dan kritik terkait aspek etika dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Guinea-Bissau, Joao Bernardo Vieira. 

“Itu tidak akan terjadi, titik,” kata Vieira, dikutip dari RT, Sabtu 21 Februari 2026.


WHO sebelumnya menyatakan bahwa desain uji klinis tersebut “tidak etis” karena berpotensi menimbulkan risiko serius bagi bayi. Studi ini direncanakan melibatkan sekitar 14.000 bayi baru lahir di Guinea-Bissau, negara yang memiliki tingkat infeksi hepatitis B termasuk tertinggi di dunia.

Penelitian tersebut didukung hibah sebesar 1,6 juta Dolar AS dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Dalam desain uji coba, bayi akan dibagi secara acak ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama menerima vaksin saat lahir, kelompok kedua menerima vaksin pada usia enam minggu.

Skema ini menuai kontroversi karena berarti setengah bayi tidak langsung menerima vaksin saat lahir. WHO memperingatkan bahwa penundaan tersebut dapat menyebabkan “kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.”

Menurut WHO, vaksin hepatitis B dosis lahir telah terbukti efektif selama lebih dari tiga dekade dan mampu mencegah 70-95 persen penularan dari ibu ke anak.

Mantan Menteri Kesehatan Guinea-Bissau, Magda Robalo, menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap proyek tersebut. Dalam wawancaranya dengan jurnal ilmiah Nature bulan lalu, ia menyebut uji coba itu “tidak dapat diterima dan seharusnya tidak dilanjutkan.”

Sementara itu, tim peneliti dari Proyek Kesehatan Bandim yang berbasis di Guinea-Bissau, yang dijalankan oleh Universitas Denmark Selatan, membela tujuan ilmiah studi tersebut. Peneliti utama, Frederik Schaltz-Buchholzer, menyatakan bahwa perdebatan sudah bergeser ke ranah politik, bukan lagi diskusi ilmiah murni.

Sebelum akhirnya dibatalkan, uji klinis ini sebenarnya sudah ditangguhkan sejak Januari untuk menunggu tinjauan etika. Penangguhan dilakukan setelah komite nasional yang berwenang belum meninjau protokol penelitian secara menyeluruh.

Direktur Jenderal CDC Afrika, Jean Kaseya, menegaskan bahwa otoritas kesehatan Afrika harus tetap memegang kendali atas penelitian yang dilakukan di benua tersebut.

Guinea-Bissau, salah satu negara termiskin di Afrika Barat, sebelumnya berencana memasukkan vaksin hepatitis B dosis lahir ke dalam jadwal imunisasi nasional mulai 2028.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya