Berita

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty (Foto: Dokumen DPR RI)

Politik

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 12:58 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kontrak pengadaan 105.000 unit mobil pickup senilai Rp24,66 triliun untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai berdampak strategis bagi distribusi pangan desa dan arah kebijakan industri otomotif nasional.

Maka dari itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyoroti keputusan impor kendaraan tersebut dan meminta pemerintah menjelaskan dasar pertimbangannya, terutama terkait pemenuhan aturan penggunaan produk dalam negeri.

"Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional," kata Evita dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Februari 2026.


Pengadaan yang dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara itu melibatkan dua produsen asal India, yakni 35.000 unit Scorpio pickup dari Mahindra & Mahindra serta 70.000 unit dari Tata Motors, terdiri atas Yodha pickup dan Ultra T.7 Light Truck. 

Evita mempertanyakan keputusan impor tersebut karena aturan mewajibkan kementerian atau lembaga mengutamakan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri minimal 25 persen atau kombinasi TKDN dan bobot manfaat perusahaan minimal 40 persen, sementara kapasitas produksi pickup nasional disebut mencapai sekitar 1 juta unit per tahun.

"Karena itu, argumentasi ketidaktersediaan harus dijelaskan secara objektif. Jangan sampai spesifikasi teknis justru membuat produk dalam negeri dianggap tidak tersedia," ujarnya.

Ia juga meminta transparansi dalam penentuan spesifikasi, terutama jika kendaraan difokuskan pada tipe penggerak empat roda atau 4x4. Menurutnya, mayoritas distribusi logistik desa masih dapat dilayani kendaraan 4x2 yang diproduksi di dalam negeri, sehingga keputusan spesifikasi harus mempertimbangkan efisiensi anggaran dan keberlanjutan operasional koperasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya