Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Tarif Baru 10 Persen Bayangi Pasar, Harga Emas Dunia Melambung

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melonjak lebih dari 1 persen pada penutupan pekan ini, Jumat 20 Februari 2026, menyusul rilis data PDB Amerika Serikat yang mengecewakan. 

Di saat yang sama, pasar sedang mengantisipasi langkah balasan Presiden Donald Trump terkait kebijakan tarif global setelah kemenangannya dijegal oleh keputusan Mahkamah Agung.

Dikutip dari Reuters, Harga emas spot menguat 1,5 persen ke level 5.071,48 Dolar AS per ons. Sedangkan emas berjangka ditutup menguat 1,7 persen di posisi 5.080,90 Dolar AS per ons.


Harga perak spot juga melesat, tumbuh 5,8 persen ke 82,92 Dolar AS. 

Sentimen bullish pada emas dipicu oleh data pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV yang melambat drastis ke angka 1,4 persen,  jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 3 persen. Kombinasi antara melemahnya konsumsi rumah tangga dan dampak penutupan pemerintah (government shutdown) menjadi beban utama bagi ekonomi Paman Sam.

Meskipun inflasi PCE Desember (0,4 persen) sedikit melampaui prediksi, investor tetap menjadikan emas sebagai aset penyelamat (safe-haven) karena ketidakpastian ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda pulih.

Sengketa hukum terkait tarif impor turut menambah volatilitas pasar. Setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif daruratnya, Presiden Trump mengumumkan rencana baru untuk memberlakukan tarif global sebesar 10 persen selama 150 hari. 

Ketidakpastian jangka menengah ini justru akan terus mendorong minat investor terhadap emas, terutama dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin yang diprediksi mulai terjadi pada Juni mendatang.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya