Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Bahlil Sebut Pembelian Migas AS Rp253 Triliun Bukan Tambah Impor

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 22:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pembelian minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat senilai 15 miliar dolar AS atau setara Rp253 triliun tidak akan menambah volume impor nasional. 

Pembelian tersebut merupakan bagian dari implementasi kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS yang baru-baru ini ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Dalam konferensi pers di Washington DC, Jumat, 20 Januari 2026, Bahlil menjelaskan bahwa RI setuju membeli Rp253 triliun BBM jadi, LPG, serta minyak mentah (crude oil) dari AS guna menjaga keseimbangan neraca perdagangan kedua negara. 


“Untuk memberikan keseimbangan neraca perdagangan kita, maka kita dari sektor ESDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar 15 miliar dolar AS,” ujarnya.

Meski nilainya jumbo, pemerintah memastikan tidak ada lonjakan impor. Sebab yang dilakukan hanyalah memindahkan sebagian sumber pembelian dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika ke AS.

“Kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara, di antaranya negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan, neraca komoditas pembelian BBM kita dari luar negeri tetap sama. Hanya saja sumbernya kita geser,” papar Menteri ESDM.

Bahlil menambahkan, skema pembelian akan tetap mempertimbangkan prinsip saling menguntungkan. 

“Dalam praktiknya nanti, pembelian ini akan memperhatikan mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan, baik bagi pihak Amerika Serikat dan badan usahanya, maupun bagi pihak Indonesia,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya