Berita

(Kiri) Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) atau United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok Kemenko Bidang Perekonomian)

Bisnis

Impor Gandum AS Bebas Biaya, Beban Produksi Tahu-Tempe dan Mie Bisa Terpangkas

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah memastikan bahan baku gandum asal Amerika Serikat masuk ke Indonesia dengan tarif 0 persen. 

Kebijakan itu menjadi bagian dari kesepakatan dagang yang diteken Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pembebasan tarif gandum penting karena komoditas tersebut menjadi bahan baku berbagai produk pangan yang dikonsumsi masyarakat RI.


"Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen produk yang diproduksi menggunakan wheat, seperti noodle, tahu, tempe. Jadi tidak dikenakan beban biaya tambahan bahan baku impor dari AS," kata Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat 20 Februari 2026.

Di sisi lain, Indonesia juga memperoleh pembebasan tarif untuk produk ekspor unggulan ke pasar AS. Total terdapat 1.819 pos tarif yang mendapatkan fasilitas bebas bea masuk.

Produk tersebut mencakup sektor pertanian, minyak kelapa sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, semikonduktor, pesawat terbang, tekstil hingga apparel.

"Tarifnya 0 persen, termasuk tekstil, apparel dari Indonesia ini tarif 0 persen dengan mekanisme TRQ, tariff rate quota. Ini memberi manfaat terhadap 4 juta pekerja sektor ini," ungkap Airlangga.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya