Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Perkasa di Tengah Solidnya Data Tenaga Kerja

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang Dolar AS menutup sesi perdagangan di pasar New York Kamis sore 19 Februari 2026 waktu setempat, atau Jumat pagi WIB, dengan performa yang tangguh terhadap mayoritas mata uang utama. 

Pemicu utamanya adalah rilis data ketenagakerjaan yang melampaui ekspektasi: klaim tunjangan pengangguran mingguan merosot sebanyak 23.000 menjadi 206.000. Angka ini jauh lebih rendah dari estimasi pasar, sekaligus membuktikan bahwa sektor tenaga kerja Amerika Serikat masih sangat kokoh meski berada dalam tekanan rezim suku bunga tinggi.

Meskipun laporan defisit perdagangan AS menunjukkan pembengkakan hingga 70,3 miliar Dolar AS, melebihi perkiraan awal di angka 55,5 miliar Dolar AS, sentimen positif dari data tenaga kerja tetap mendominasi. Alhasil, Indeks Dolar AS (DXY) merangkak naik 0,19 persen ke posisi 97,88.


 Investor saat ini masih skeptis terhadap peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Peluang pemangkasan sebelum bulan Juni dinilai masih di bawah 50 persen.

Ketegangan di Timur Tengah, menyusul laporan penambahan pasukan Amerika serta potensi konflik dengan Iran, turut menjadi perhatian serius para pelaku pasar.

Euro berada di bawah tekanan akibat isu pengunduran diri Christine Lagarde yang berhembus meski belum terverifikasi. Mata uang ini  turun 0,14 persen ke posisi 1,1766 Dolar AS.

Poundsterling terkoreksi tipis karena rilis data inflasi yang belum sesuai dengan target bank sentral. Mata uang ini melemah 0,25 persen ke 1,3457 Dolar AS.

Yen juga terpantau melemah terhadap dominasi Dolar. Versus yen Jepang, Dolar menguat 0,06 persen menjadi 154,92. 

Hingga pukul 18:21 waktu New York, Dolar AS menunjukkan posisi yang dominan. Terhadap mata uang Garuda, pada pukul Jumat 02:59 dini hari WIB, Rupiah berada di level 16.894 per Dolar AS, menunjukkan penguatan tipis mata uang Paman Sam sebesar 0.06 persen.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya