Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan tarif perdagangan resiprokal. (Foto: Sekretariat Presiden)

Bisnis

Prabowo-Trump Teken Perjanjian Dagang, 1.819 Produk RI Bebas Bea Masuk

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kesepakatan tersebut dituangkan dalam dokumen bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

"Hari ini, tadi pagi Bapak Presiden langsung menandatangani kerja sama Agreement of Reciprocal Trade (ART) yang diberi judul "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance" dan ditandatangani secara bersama, baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump," kata Airlangga dalam konferensi pers daring usai penandatanganan, Jumat 20 Febuari 2026.


Ia mengungkapkan bahwa pertemuan antar kepala negara itu berlangsung selama 30 menit. Penandatanganan tersebut menandai kesepakatan tarif resiprokal 19 persen bagi sejumlah produk Indonesia ke pasar AS. 

Salah satu poin krusial dalam perjanjian tarif resiprokal itu adalah pembentukan Dewan Perdagangan (Board of Trade) atau Council of Trade yang akan menjadi forum penyelesaian jika muncul persoalan di bidang perdagangan maupun investasi.

"Sehingga seluruh persoalan investasi dan perdagangan Indonesia-US nanti dibahas di Council of Trade apabila ada kenaikan terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca kedua negara," tuturnya.

Airlangga menambahkan, total terdapat 1.819 pos tarif RI yang kini dibebaskan dari bea masuk. Produk-produk tersebut sebelumnya dikenakan tarif resiprokal sebesar 19 persen hingga 32 persen.

"Ini seperti product Indonesia, baik pertanian maupun industri minyak sawit, kopi, kakao, karet komponen elektronik, semi konduktor, pesawat terbang, ini tarifnya 0 persen. Dan khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0 persen," tegas Airlangga.

Selain itu, Indonesia juga akan memberikan fasilitas tarif 0 persen untuk produk Amerika, khususnya gandum dan kedelai.

"Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," paparnya.

Airlangga mengungkapkan, kesepakatan ini merupakan hasil proses negosiasi intensif dengan lebih dari 19 kali pertemuan sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada April 2025. 

Adapun ART ini mulai berlaku 90 hari setelah proses hukum masing-masing negara rampung, termasuk konsultasi pemerintah Indonesia dengan DPR serta proses internal di Washington.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya