Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Terjepit oleh Tensi Panas Geopolitik

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 08:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di pasar Neew York saat ini sedang berada dalam fase "wait and see", bergerak stagnan di kisaran 4.979 Dolar AS per ons pada akhir perdagangan Kamis 19 Februari 2026 waktu setempat, seperti dilaporkan Reuters.

Logam mulia ini seolah sedang ditarik oleh dua kekuatan besar yang berlawanan, yaitu tensi panas geopolitik dan data ekonomi Amerika yang tak kunjung mendingin.

Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup turun 0,2 persen menjadi 4.997,40 Dolar AS per ons. 


Di satu sisi, emas mendapatkan tenaga dari gejolak Timur Tengah. Ancaman keras Presiden Donald Trump yang memberi tenggat waktu 10 hari bagi Iran terkait program nuklirnya membuat investor tetap memeluk emas sebagai aset penyelamat (safe-haven).

Namun di sisi lain, emas sulit terbang lebih tinggi karena ekonomi AS masih terlalu perkasa. Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran AS merosot jauh di bawah perkiraan, membuktikan pasar tenaga kerja mereka masih sangat solid. 

Kondisi ini membuat The Fed punya alasan kuat untuk tidak terburu-buru memangkas suku bunga, sebuah skenario yang biasanya kurang menguntungkan bagi emas.

Kini, perhatian pasar tertuju sepenuhnya pada rilis data inflasi (PCE) hari Jumat. Data inilah yang akan menjadi "hakim" penentu apakah suku bunga akan turun di bulan Juni atau tetap tinggi lebih lama. 

Sementara emas cenderung mendatar, perak justru mencuri panggung dengan penguatan tipis setelah sempat meroket tajam sehari sebelumnya.

Perak spot naik 0,6 persen menjadi 77,66 Dolar AS per ons setelah melonjak lebih dari 5 persen pada perdagangan Rabu. 

Platinum turun 0,8 persen ke 2.054,08 Dolar AS per ons, sementara paladium anjlok 2,6 persen menjadi 1.671,34 Dolar AS per ons.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya