Berita

Ilustrasi. (Foto: BRI)

Bisnis

Kredit Perbankan Naik 9,96 Persen pada Januari 2026

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 01:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kredit perbankan tercatat tumbuh 9,96 persen secara tahunan (yoy) pada Januari 2026. Angka tersebut naik tipis dibanding pertumbuhan kredit Desember 2025 sebesar 9,69 persen yoy.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merinci pertumbuhan tersebut terutama ditopang lonjakan kredit investasi yang melesat 22,38 persen (yoy).

Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masih tumbuh satu digit, masing-masing 4,13 persen (yoy) dan 6,58 persen (yoy).


Perry mengatakan hal tersebut didorong oleh aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial BI, serta realisasi sejumlah program prioritas pemerintah.

“Perkembangan ini didukung peningkatan kegiatan ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia, serta realisasi program prioritas Pemerintah,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menilai prospek pertumbuhan kredit ke depan masih cukup kuat, baik dari sisi permintaan maupun penawaran.

Dari sisi permintaan, ruang ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum disalurkan (undisbursed loan). BI mencatat kredit nganggur mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit tersedia.

Sedangkan dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap solid. Hal ini tercermin dari rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,54 persen serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13,48 persen (yoy) pada Januari 2026.

Dari sisi fundamental, ketahanan perbankan disebut tetap terjaga. Likuiditas dinilai memadai, permodalan kuat, serta risiko kredit terkendali.

Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan pada Desember 2025 tercatat 25,89 persen, menunjukkan kemampuan yang kuat dalam menyerap risiko sekaligus mendukung ekspansi kredit.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap rendah, yakni 2,05 persen secara bruto dan 0,79 persen secara neto.

Selain itu, minat perbankan dalam menyalurkan kredit kata Perry juga semakin membaik, tercermin dari pelonggaran persyaratan pemberian kredit (lending requirement). Meski demikian, pengetatan masih terjadi pada segmen kredit konsumsi dan UMKM karena risiko kredit yang relatif lebih tinggi.

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran 8-12 persen,” pungkas Perry.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya