Berita

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago. (Foto: Dokumentasi DPR)

Politik

Irma Suryani Chaniago:

Warga Miskin Tetap Bisa Berobat Meski BPJS PBI Dinonaktifkan

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 14:24 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Hak berobat merupakan hak konstitusional yang tidak boleh terhambat hanya karena masalah administratif. Maka dari itu, persoalan data tidak bisa membuat warga miskin kehilangan akses layanan kesehatan.

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mengatakan, DPR telah memutuskan adanya masa jeda tiga bulan bagi peserta asuransi BPJS Kesehatan segmen penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK) yang dinonaktifkan agar tetap bisa mengakses layanan kesehatan. 

Ia menegaskan, selama masa jeda tersebut tidak boleh ada rumah sakit yang menolak pasien pemegang kartu PBI. DPR juga meminta pemerintah memanfaatkan waktu tiga bulan itu untuk mengevaluasi secara menyeluruh Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) dari Desil 1 hingga Desil 10.


"Tidak boleh ada rakyat yang tidak bisa mengakses pelayanan publik yang sudah disediakan oleh konstitusi kita, undang-undang dasar kita," kata Irma saat ditemui di Senayan, Kamis 19 Februari 2026.

Menurut Irma, evaluasi harus dilakukan secara akurat dengan melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat desa. Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan BPJS diminta bekerja sama dengan kepala desa, RT, dan RW melalui rapat desa untuk memastikan siapa yang benar-benar berhak menerima PBI. Hasilnya harus dituangkan dalam berita acara agar tidak lagi terjadi penonaktifan yang keliru.

Ia mengingatkan, kesalahan data berpotensi berdampak serius, terutama bagi pasien dengan penyakit katastropik yang bergantung pada pembiayaan negara. 

"Jadi pemerintah harus betul-betul melakukan evaluasi dalam waktu tiga bulan ini. Agar jangan ada penderita penyakit katastrofik yang memegang kartu PBI tidak bisa berobat karena datanya tidak akurat," kata Irma.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya