Berita

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Gambar: Website ikpi.or.id)

Hukum

Pegawai Bea Cukai yang Sempat Terjaring OTT Diperiksa Terkait Kepabeanan

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 13:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Salisa Asmoaji (SLS), diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan praktik kepabeanan. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu, 18 Februari 2026.

“Secara umum, masih soal praktik-praktik dan mekanisme kerja kepabeanan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Kamis, 19 Februari 2026.

Sebelumnya, pada 13 Februari 2026, penyidik menggeledah safe house milik Salisa di Ciputat, Tangerang Selatan. Dari lokasi tersebut diamankan uang tunai berbagai mata uang senilai sekitar Rp5 miliar yang disimpan dalam lima koper, serta sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik.


Salisa sempat terjaring OTT KPK pada 4 Februari 2026 bersama 16 orang lainnya, namun saat itu belum ditetapkan sebagai tersangka. Dalam perkembangan perkara, ia dikabarkan berpotensi menyusul sebagai tersangka.

Dalam kasus dugaan suap pengaturan jalur impor di lingkungan DJBC, KPK telah menetapkan enam tersangka dari total 17 orang yang diamankan dalam OTT di Jakarta dan Lampung. Mereka terdiri dari pejabat DJBC dan pihak swasta dari PT Blueray Cargo (BR).

Dari rangkaian OTT dan penggeledahan, KPK menyita uang tunai berbagai mata uang, logam mulia, serta barang mewah dengan total nilai sekitar Rp40,5 miliar.

Kasus ini bermula dari dugaan pengondisian jalur pemeriksaan impor, antara jalur hijau (tanpa pemeriksaan fisik) dan jalur merah (dengan pemeriksaan fisik), yang diduga diatur agar barang impor milik PT BR tidak melalui pemeriksaan fisik.

Atas pengondisian tersebut, diduga terjadi pemberian uang secara rutin dari pihak swasta kepada oknum DJBC dalam periode Desember 2025 hingga Februari 2026.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya