Berita

Webinar nasional Pusat Pengkajian Agraria dan Sumber Daya Alam (PPASDA), bertajuk “Eksperimen Baru Tata Kelola Pangan: Bulog Dibesarkan, Bapanas Dibubarkan?” dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, Selasa, 17 Februari 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

RUU Pangan Buka Peluang Penguatan Bulog dengan Melebur Bapanas

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 22:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rancangan Undang-undang (RUU) Pangan yang tengah dalam pembahasan di Komisi IV DPR, memuat upaya penguatan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Anggota Komisi IV DPR Rokhmin Dahuri mengungkapkan hal tersebut, saat menjadi narasumber webinar nasional Pusat Pengkajian Agraria dan Sumber Daya Alam (PPASDA), bertajuk “Eksperimen Baru Tata Kelola Pangan: Bulog Dibesarkan, Bapanas Dibubarkan?”.

Ia menjelaskan, RUU Pangan sedang dalam pembahasan dan juga sudah mengundang banyak ahli atau pakar. Salah satu poin pembahasannya, secara kelembagaan kemungkinan Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan dilebur mengingat beberapa alasan


Dia menyebutkan, saat UU Pangan dikeluarkan pada 2012 belum ada Kementerian Koordinator Pangan, padahal fungsinya dengan Bapanas sama-sama sebagai regulator. Namun implementasinya ada di Bulog dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.

"(Alasan) kedua, menteri yang diundang Kepala Badan sekalipun badan itu langsung ke presiden itu tidak digubris," ungkap Rokhmin dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026.

"(Alasan) ketiga, waktu zaman orde baru selain banyak kelemahan, ada juga yang baik ketika Bulog diberikan peran penuh untuk melaksanakan fungsi buffer stok dan buffer price dan kita tahu ternyata cukup ampuh," sambungnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu memandang, fungsi regulator ada di Kemenko Pangan sedangkan operatornya di Bulog, sehingga cakupan komoditas yang dikelola Bulog juga bisa menjadi 9 bahan pokok.

Penguatan Bulog yang seperti itu, menurutnya, mencontoh negara tetangga Indonesia yang kini telah menjadi negara yang mampu mencukupi kebutuhan pangannya.

“Mungkin secara gradual kita akan meniru China, ternyata Bulog di China menguasai 70 persen pangan di sana sehingga para mafia pangan tidak bisa main-main," tuturnya.

Oleh karena itu, dia mendorong agar upaya penguatan Bulog diimbangi dengan peleburan Bappenas, sehingga tata kelola pangan nasional bisa menjadi lebih efektif.

"Mungkin kita gradual 20 persen dulu misalnya. Kemudian koordinasi, tupoksi masing-masing lembaga mudah-mudahan lebih baik," demikian Rokhmin menambahkan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya